Jakarta — Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa penguatan aspek keamanan wisata dan konektivitas transportasi publik menjadi kunci utama dalam mencapai target 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Pariwisata dan Wakil Menteri Pariwisata RI yang membahas alokasi anggaran serta program kerja tahun 2026, sekaligus evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2025.
Dalam rapat itu, Bambang Haryo menilai bahwa strategi pembangunan pariwisata tidak cukup hanya bertumpu pada promosi, melainkan harus diperkuat dengan jaminan keselamatan dan kenyamanan wisatawan di seluruh destinasi. Ia menyebut, persepsi keamanan menjadi faktor penentu dalam keputusan wisatawan untuk berkunjung ke suatu negara.
“Keamanan dan keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas. Tanpa itu, target kunjungan sebesar apa pun akan sulit tercapai,” ujarnya.
Selain faktor keamanan, ia juga menyoroti masih terbatasnya akses transportasi publik yang terintegrasi menuju destinasi wisata. Menurutnya, banyak potensi pariwisata di daerah yang belum berkembang optimal karena terkendala aksesibilitas.
Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem transportasi yang terhubung langsung dari titik kedatangan wisatawan, seperti bandara dan pelabuhan, ke kawasan wisata dengan biaya yang terjangkau. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi perjalanan wisatawan.
“Transportasi publik yang terintegrasi dan murah akan mempermudah mobilitas wisatawan. Ini bukan hanya soal akses, tetapi juga pengalaman wisata secara keseluruhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang Haryo menekankan bahwa alokasi anggaran pariwisata tahun 2026 harus disusun secara tepat sasaran dan berbasis kebutuhan lapangan. Ia mengingatkan agar setiap program yang dirancang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga mendorong adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan destinasi wisata, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pendukung dan peningkatan kualitas layanan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Bambang Haryo optimistis target 15 juta wisatawan mancanegara dapat dicapai, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat global.





