Brilian-news.id | Madiun – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan kosong di area depan gedung lapas. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dioptimalkan menjadi kebun produktif dengan berbagai tanaman hortikultura, seperti terong, tomat, dan cabai, Selasa (30/6).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada poin kedelapan, yaitu mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur (idle).
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa jajaran Lapas Pemuda Madiun berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi lahan yang tersedia agar memberikan manfaat nyata, baik dalam mendukung ketersediaan pangan maupun sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
“Pemanfaatan lahan kosong ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain menghasilkan tanaman yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi media pembinaan bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan bercocok tanam yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujar Rudi.
Program budidaya tanaman tersebut melibatkan Warga Binaan yang telah melalui proses asesmen dan dipilih berdasarkan minat, kemampuan, serta kelayakan untuk mengikuti program pembinaan kemandirian. Selama kegiatan berlangsung, mereka mendapatkan pendampingan dari petugas mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga masa panen.
Melalui optimalisasi lahan kosong ini, Lapas Pemuda Madiun berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih produktif, memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap keberhasilan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.





