Brilian°Surabaya – Sungguh malang nasib yang tengah menimpa Suliono selaku karyawan salah satu hiburan malam di Sidoarjo, pasalnya, ia mengalami korban pemukulan yang dilakukan oleh pengunjung di cafenya tersebut.
Ironisnya lagi, pengunjung itu diketahui diduga seorang anggota Polisi aktif yang bertugas di Polda Jatim.
Kejadian bermula (Sabtu 24/12) saat rombongan sebanyak 6 orang memasuki cafe New Madas dan memesan minuman untuk menemani kongkow-kongkow mereka.
Tengah asyik menikmati alunan musik, meja yang dihuni 6 orang tersebut terlihat ribut, mengetahui hal tersebut lantas Manajer cafe menelfon Suliono untuk menetralisir keadaan.
Pasca Suliono datang, ia membawa rombongan tersebut keluar Cafe agar tidak terjadi keributan di dalam, namun salah satu diantaranya yang diketahui anggota Polri aktif yang berinisial JF malah kalap mata dan menghajar Sugiono.
Bahkan tidak hanya disitu saja, JF menendang dan menjambak rambut Suliono, untungnya kejadian tersebut direkam oleh salah satu pengunjung yang takut untuk melerai keduanya.
Melihat ketidakberdayaan Suliono yang menjadi bulan-bulanan JF, lantas pihak Manejemen mengantarkan dirinya untuk mendapatkan pertolongan pertama karena luka lebam di pelipis matanya.
Bahkan esok harinya, ia melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Bidpropam Polda Jatim ditemani oleh kuasa hukumnya Rizchi S.H.
Dari hasil laporan itu, berhubungan masih tanggal merah mengingat masih Natal, mereka hanya diterima dengan bukti penerimaan foto bersama dan untuk laporan kedinasan nanti hari Rabu.
Kuasa hukum menjabarkan bahwasanya sangat miris melihat tingkah laku yang telah dilakukan oleh anggota Polri tersebut, meskipun tidak dalam keadaan jam dinas, namun seyogyanya mampu memberikan contoh yang baik, bukannya malah main hakim sendiri.
“Kita tidak terima, apalagi klien kami ini mengalami luka yang terbilang cukup berat, namun yang paling kami sesalkan adalah klien kami dipukul, ditendang, bahkan dijambak ditempat umum, apakah itu pantas apalagi pelakunya anggota Polri aktif,” urai Rizchi usai membuat laporan di Bidpropam.
Dirinya juga menambahkan, akan mengawal permasalahan ini hingga pelaku tersebut mendapat hukuman disiplin seberat-beratnya.





