Riwayat Singkat Imam Muslim

Minggu, 5 Des 2021 13:34 WIB
Riwayat Singkat Imam Muslim

Brilian°Kajian -Nama lengkap beliau ialah Imam Abdul Husain bin Al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz Al-Qusyairi an-Naisaburi. Dia dilahirkam di Naisabur tahun 206 hijriah. Sebagaimana dikatakan oleh Al-Hakim Abu Abdullah dalam kitabnya “Ulama’ul Amsar”. Imam Muslim adalah penulis kitab Shahih dan kitab ilmu hadits. Dia adalah ulama terkemuka yang namanya tetap dikenal sampai kini.

Kehidupan Imam Muslim penuh dengan kegiatan mulia. Beliau merantau ke beebagai negeri untuk mencari hadits. Dia pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir, dan negeri-negeri lainnya. Dia belajar hadits sejak masih kecil, yakni mulai tahun 218 hijriah.

 

Bacaan Lainnya

Di Khurasan dia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rawahaih. Di Ray, dia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu Ansan. Di Irak, dia belajar kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Maslamah. Dia Hijaz, berguru kepada sa’id bin Mansur dan Abu Mas’ab. Di Mesir, belajar kepada ‘Amar bin Sawad dan Harmalah bin Yahya dan berguru kepada ulama hadits lainnya.

Imam Muslim berulang kali pergi ke Baghdad untuk belajar hadits, dan kunjungannya yang terakhir tahun 259 hijriah. Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, Muslim sering berguru kepadanya. Sebab dia mengetahui kelebihan ilmu Imam Bukhari.

Ketika terjadi ketegangan antara Bukhari dengan Az-Zuhali, dia memihak Bukhari. Sehingga hubungannya dengan Az-Zuhali menjadi putus. Dalam kitab Shahihnya maupun kitab lainnya, Muslim tidak memasukkan hadits yang diterima dari Az-Zuhali, meskipun dia adalah guru Muslim. Dan dia pun tidak memasukkan hadits yang diterima dari Bukhari, padahal dia juga sebagai gurunya. Bagi Muslim, lebih baik tidak memasukkan hadits yang diterimanya dari dua guru itu.Tetapi dia tetap mengakui mereka sebagai gurunya.

Setelah mengarungi kehidupan yang penuh berkah, Muslim wafat pada hari Ahad sore, dan dimakamkan di kampung Nasr Abad daerah Naisabur pada hari Senin, 25 Rajab 261 hijriah dalam usia 55 tahun. Selama hidupnya, Muslim menulis beberapa kitab yang sangat bermanfaat.

Imam Muslim mempunyai guru hadits yang sangat banyak sekali, diantaranya adalah: Usman bin Abi Syaibah, Abu Bakar bin Syaibah, Syaiban bin Farukh, Abu Kamil Al-Juri, Zuhair bin Harab, ‘Amar an-Naqid, Muhammad bin Musanna, Muhammad bin Yasar, Harun bin Sa’id Al-Aili, Qutaibah bin Sa’id dan lain sebagainya.

Banyak para ulama yang meriwayatkan hadits dari Muslim, bahkan diantaranya terdapat ulama besar yang sebaya dengan dia. Di antaranya, Abu Hatim ar-Razi, Musa bin Harun, Ahmad bin Salamah, Abu Bakar bin Khuzaimah, Yahya bin Said, Abu Awanah Al-Isfarayini, Abi Isa at-Tirmidzi, Abu Amar Ahmad bin Al-Mubarak Al-Mustamli, Abul Abbas Muhammad bin Ishaq bin As-Sarraj, Ibrahim bin Muhammad bin Sufyan Al-Faqih Az-Zahid. Nama terakhir ini adalah perawi utama bagi Shahih Muslim. Dan masih banyak lagi muridnya yang lain.

Apabila Imam Bukhari sebagai ahli hadits nomor satu, ahli tentang ilat-ilat (cacat) hadits dan seluk beluk hadits, dan daya kritiknya sangat tajam, maka Muslim adalah orang kedua setelah Bukhari, baik dalam ilmu, keistimewaan dan keduduknnya. Hal ini tidak mengherankan, karena Muslim adalah salah satu dari muridnya.

Al-Khatib Al-Baghdadi berkata: “Muslim telah mengikuti jejak Bukhari, mengembangkan ilmunya dan mengikuti jalannya.”

Pernyataan ini bukanlah menunjukkan bahwa Muslim hanya seorang pengikut saja. Sebab ia mempunyai ciri khas tersendiri dalam menyusun kitab, serta memperkenalkan metode baru yang belum ada sebelumnya.

Imam Muslim mendapat pujian dari ulama hadits dan ulama lainnya. Al-Khatib Al-Baghdadi meriwayatkan dari Ahmad bin Salamah, katanya: “Saya melihat Abu Zur’ah dan Abu Hatim selalu mengutamakan Muslim bin Al-Hajjaj dari pada guru-guru hadits lainnya.”

Ishak bin Mansur Al-Kausaj berkata kepada Muslim: “Kami tidak akan kehilangan kebaikan selama Allah menetapkan engkau bagi kaum muslimin.”

Ishak bin Rahawaih pernah mengatakan: “Adakah orang lain seperti Muslim?” Ibnu Abi Hatim Mengatakan: “Muslim adalah penghafal hadits. Saya menulis hadits dari dia di Ray.” Abu Quraisy berkata: “Di dunia ini, orang yang benar-benar ahli hadits hanya empat orang. Di antaranya adalah Muslim.” Maksudnya, ahli hadits terkemuka di masa Abu Quraisy. Sebab ahli hadits itu cukup banyak jumlahnya.

Imam Muslim mempunyai kitab hasil tulisannya yang cukup banyak jumlahnya. Di antaranya:

1. Al-Jamius Shahih

2. Al-Musnadul Kabir ‘Alar Rijal

3. Kitab Al-Asma’ wal Kuna

4. Kitab Al-Ilal

5. Kitab Al-Aqran

6. Kitab Sualatihi Ahmad bin Hanbal

7. Kitab Al-Intifa’ bi Uhubis Siba’

8. Kitab Al-Muhadramain

9. Kitab Man Laisa Lahu Illa Rawin Wahidin

10. Kitab Auladus Sahabah

11. Kitab Auhamul Muhadisin

Kitabnya yang paling terkenal sampai kini ialah Al-Jamius Shahih atau Shahih Muslim.

 

Dikutip dari: Kitab Shahih Bukhari Muslim, _Al-Lu’lu wal Marjan_ yang disusun oleh _Muhammad Fuad Abdul Baqi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *