Brilian°Surabaya – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur dari Fraksi PKS, Hj.Lilik Hendarwati menggelar Reses II tahun 2022 di Balai RW 7, kel. ketintang, kec. gayungan. Dijalan ketintang baru gang VIII Surabaya. Sabtu (4/6/2022) malam.

Reses bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat semua juga mengenai infrastruktur pembangunan yang belum terealisasi atau hal uneg-uneg di pemerintahan kota.
Turut hadir dari Ketua RT, RW dari Dukuh Menanggal, para Kader, Relawan, tokoh masyarakat dan para tamu undangan.
Pada kesempatannya, Hj. Lilik yang juga menjabat Bendahara DPW PKS jawa timur memperkenalkan dirinya.
“Saya tinggal di Sukolilo Regensi, beground saya kegiatan perempuan, Saya di PKS menjadi ketua perempuan, selain itu juga pernah menjadi sekretaris umum, tentunya itu menjadi pengalaman yang berharga bagi saya,” paparnya.
“Masih di bulan syawal saya juga minta maaf kepada semuanya, Mohon maaf lahir dan batin,” lanjutnya.
Di sela acara, ditayangkan pengalaman Hj. Lilik pernah datang ke Gayungan terutama di DPC gayungan, Diantaranya kegiatan Rutin setiap bulan yaitu kegiatan centelan sayur, juga Jum’at berkah memberikan makanan nasi dan beras dan juga Baksos PAC akhir jaman diantaranya test kesehatan, senam pagi bersama.
Tak hanya itu, DPW juga mengadakan Vaksin yang dikenal dengan vaksin sultan atau tidak pakai antri dan nyaman.
Menurut Lilik, Sebenarnya dalam reses ini saya lebih banyak mendengar, melainkan warga yang menyampaikan aspirasinya khususnya yang ada di gayungan di 4 kelurahan, mulai dari Menanggal, Dukuh Menanggal, ketintang dan Gayungan.
Adapun keluhan warga menyampaikan aspirasinya mulai dari pembuatan surat akte yang sulit karena perceraian, ketrampilan untuk para perempuan ojol, Saluran/got, hingga pengajuan Rusunawa dan MBR yang banyak dipangkas.
Dalam reses tersebut, salah satu warga bernama Rani dari menanggal juga sebagai ojol perempuan menyampaikan keluhannya bertanya tentang pembuatan akte dan ketrampilan untuk para ojol perempuan.
Juga Suyitno dari Dukuh Menanggal gang 8 mengeluhkan saluran/got sangat kecil agar di perbesar supaya lancar.
Ibu sunarti ketua RT 07, RW 03, mengeluhkan warga yang tinggal di bantaran rel kereta api yang mendapat MBR agar bisa disosialisasi untuk dapat Rusun sekitar Ketintang atau Siwalankerto untuk kesejahteraan warganya.
Dalam hal ini, Hj. Lilik menjawab pertanyaan dari Rani selaku ojol, ini sebuah masukan bagi saya terkait dengan perjuangan mereka itu ibu ibu hebat.
“Tentunya itu menjadi perhatian khusus, saya belum melihat banyak, insyallah saya akan mendiskusikan dengan teman-teman di Fraksi,” ucap Lilik.
Terkait dengan akte, menurutnya sebetulnya di surabaya ini sudah sangat mudah untuk kepengurusan surat, saya memahami Jawa timur ini memiliki perceraian sangat tinggi diberbagai kalangan.
“Saya akan berusaha mengupayakan ke pemerintahan kota atau dispendukcapil,” ucap Lilik.
Ia menambahkan, bahwa di PKS juga ada program RKI, Program – programnya humanis, penyuluhan pemberdayaan perempuan.
Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Menjadi Partai Islam rahmatan lil ‘alamin yang Kokoh dan Terdepan dalam Melayani Rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia” pada aspek penguatan peran perempuan dan ketahanan keluarga.
Kerja BPKK didukung oleh 4 pilar yakni ketahanan keluarga, penguatan paradigma ketahanan keluarga, peningkatan kapasitas dan penokohan anggota perempuan PKS serta optimalisasi hubungan kelembagaan perempuan.
BPKK meyakini bahwa penguatan peran perempuan PKS harus dibangun atas dua dimensi peran, yaitu peran asasi sebagai istri dan ibu serta peran perluasan sebagai anggota masyarakat yang memiliki kewajiban menyuarakan kepentingan politik perempuan.
“Mudah-mudahan ini menjadi sarana buat masyarakat, khususnya bagi perempuan” imbuhnya.
Lanjut kata Lilik, Untuk pak suyitno, wilayah perkotaan yang seharusnya nanti di ajukan melalui musrembang, nanti akan kita bantu lewat akses yang lain tentunya dengan melalui survey.
Mengenai rusun, kata Lilik, terus terang itu wewenang di kota, memang beberapa antriannya banyak sekali, insyallah keresahan panjenengan insyallah menjadi catatan kami. Karena yang ngantri juga banyak.
“Insyaallah warga mendapat kelayakan dan mudah-mudahan segera ada jawabannya, kita akan sampaikan ke walikota,” ucap Lilik.
Hariyaman Ketua RT 02, RW 06 juga menyampaikan pengajuan saluran, supaya cepet ditangani, juga tentang MBR banyak yang di hapus, banyak yang di pangkas, harapan saya untuk di bantu solusinya.
Lilik menjawab, untuk saluran akan saya sampaikan kepada dinas terkait dan menjadi catatan kami, silahkan ajukan lewat musrembang dulu.
Mengenai MBR, menurutnya, masyarakat MBR ini sangat perlu, seharusnya di berikan peluang pemberdayan dan perlu mendapatkan perhatian khusus atau kebijakan khusus.
Lebih lanjut, kata Lilik, kami akan berupaya terus untuk menyampaikan keluhan ini ke pemerintah kota serta dikoordinasikan pemerintah provinsi.
“Apapun keluhan warga disini, saya akan berupaya untuk sampaikan ke pemerintah kota atau pemerintah Provinsi untuk mencari solusi dari persoalan-persoalan tersebut. Agar warga ini dapat perhatian langsung dari pemerintah kota maupun provinsi,” tukasnya.





