Brilian°Surabaya – Untuk memunculkan bibit – bibit Atlet Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Surabaya kembali menggelar open tournamen. Kali ini, digelar di Warkotea Suroboyo jalan Dukuh Kupang barat XXI.Kecamatan Dukuh Pakis, Minggu (30/1/2022).
Sekretaris Percasi Surabaya, Husnul Daulah, mengatakan, pihaknya mendukung program percasi kota surabaya untuk terus mencari bibit atau calon atlit di kampung kemudian warung warung atau nanti ke depan akan dilaksanakan di SWK se Surabaya.
“Insya Allah nanti bulan Maret ini yang kedua, sebenarnya ini susah jalan di Warkop tapi kita ingin bergerak di cafe kalau bisa bergiliran, ada banyak cafe di Surabaya, kita berharap mereka bisa peduli mau mengadakan lomba catur.” paparnya
Kedepan pihaknya menargetkan, minimal tiap bulan sekali di cafe Surabaya, yang peduli mau mengadakan lomba catur.
Disamping itu, pihaknya juga akan menyasar hotel yang rencananya bulan Februari di Maxone Dharmahusada, dan sekaligus menjadi percontohan untuk mengadakan lomba catur bagi hotel yang lain.
Husnul memaparkan, open turnamen ini diikuti dari berbagai macam Usia, mulai usia muda sampai orang tua. Tanpa dimasukkan dalam kelompok kategori.
“Jadi satu bermainnya, karena ini untuk memancing supaya yunior bisa bertanding dengan senior, dan ada juga atllitnya porprov Surabaya yang juga ikut tryout latih tanding.” ungkapnya.
Ketua Percasi Surabaya Budi Leksono (Buleks) mengatakan, tournamen ini bertujuan menyambung silaturahmi antar pecatur yang ada di Surabaya. Selain itu mencari bibit atlet juga memulihkan perekonomian masyarakat, Sehingga tempatnya sengaja di pilih di sektor UMKM seperti Warkop.
“Kegiatan ini akan digelar rutin tiap pekan. Tujuannya adalah agar masyarakat tahu bahwa percasi itu ada, selain itu untuk memunculkan atlet yang berbakat,” ujarnya
Buleks juga menyampaikan kepada atlet untuk tetap semangat berlatih, dan yang tidak lolos jangan patah semangat.
Kedepan, Buleks juga berharap jika ini bisa dilakukan, maka roda kegiatan pelatihan olahraga di Surabaya sebagai kota atlet bisa berkembang dan menjadi pilihan pelajar Surabaya untuk menggemari dan menekuni olahraga yang disukainya.
“Percasi Surabaya juga berharap agar catur masuk extra kulikuler di sekolah baik SD maupun SMP di Surabaya, agar ada regenerasi ditengah minimnya minat catur akhir-akhir ini,” pungkasnya.





