Brilian-news.id | Bondowoso – Lapas Kelas IIB Bondowoso, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pengajian dan Sholawatan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Program Magang Profesi Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Ibrahimy Tahun Akademik 2025–2026. Kegiatan yang dipusatkan di Blok Hunian ini menjadi bagian dari upaya Lapas dalam memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kalapas Nunus Ananto, jajaran pejabat struktural, serta pegawai Lapas Bondowoso. Selain itu, kegiatan ini dihadiri juga oleh Sekda Kabupaten Bondowoso Dr. Fathor Rozi, M.Fil.I, Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., jajaran dosen Universitas Ibrahimy, Ketua Panitia Samsul Arifin, S.Ag., M.Pd., serta KHR. Azaim Ibrahimy dan Majlis Sholawat Bhenning Sokarajje sebagai pengisi utama acara.
Rangkaian kegiatan berjalan runtut dan penuh kesan, diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa dan warga binaan. Laporan ketua panitia menjadi pengantar informasi mengenai pelaksanaan magang, disusul penyerahan cindera mata sebagai simbol kerja sama antara Lapas Bondowoso dan Universitas Ibrahimy.
Dalam sambutannya, Kalapas Nunus Ananto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program magang Universitas Ibrahimy selama ini sangat membantu proses pembinaan, sekaligus menjadi bukti nyata keterlibatan pihak ketiga dalam mendukung fungsi Lapas. Kalapas berharap kerja sama tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan, demi mengantarkan warga binaan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Bondowoso dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada sivitas akademika Universitas Ibrahimy dan seluruh jajaran panitia. Ia menilai kegiatan pengajian dan sholawatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa dalam pengalaman nyata pembelajaran, tetapi juga memberikan kesejukan rohani bagi warga binaan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Lapas, aparat penegak hukum, dan para tokoh agama dapat terus terjalin untuk mewujudkan Bondowoso yang thayyibatun wa rabbun ghafur.
Puncak acara diisi oleh ceramah agama yang disampaikan KHR. Azaim Ibrahimy. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan tentang keistimewaan umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam serta berbagai golongan umat yang kelak mendapat syafaat. Dengan bahasa yang lembut namun mendalam, beliau mengingatkan jamaah bahwa setiap ujian hidup adalah bentuk kasih sayang Allah untuk menghapus dosa dan mengangkat derajat hamba-Nya. Tausiyah tersebut membawa suasana haru, menumbuhkan harapan, serta memperkuat semangat para warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.





