Lengahnya Keselamatan Laut Kembali Telan Korban, DPR Desak Tindakan Serius Pemerintah

Sabtu, 17 Mei 2025 09:31 WIB
Lengahnya Keselamatan Laut Kembali Telan Korban, DPR Desak Tindakan Serius Pemerintah
Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono saat melakukan wawancara bersama media/Foto : Istimewa

Jakarta — Tragedi tenggelamnya kapal wisata di Bengkulu memicu keprihatinan mendalam di kalangan parlemen. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendesak pemerintah untuk segera membenahi sistem keselamatan transportasi laut wisata yang dinilai masih jauh dari standar.

Insiden kapal Tiga Putra yang kandas saat menuju Pulau Tikus menewaskan tujuh wisatawan dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka. Padahal, kapal kecil berukuran 10×4 meter itu diketahui membawa 104 penumpang—jauh melampaui kapasitas ideal.

“Ini bukan kecelakaan biasa. Ini bukti lemahnya pengawasan keselamatan transportasi laut wisata. Dari kapal, awak, hingga fasilitas darurat, semuanya perlu dievaluasi total,” tegas Bambang.

Bacaan Lainnya

Ia menyayangkan fakta bahwa banyak lokasi wisata laut di Indonesia tidak memiliki sistem penyelamatan memadai. Saat kecelakaan terjadi, proses evakuasi kerap diserahkan kepada nelayan atau warga setempat yang tidak memiliki pelatihan khusus.

“Kita butuh kehadiran petugas profesional di lapangan, bukan hanya promosi wisata tanpa kesiapan,” ujarnya. Bambang juga menekankan perlunya satuan penjaga pantai atau lembaga seperti Basarnas dan BPBD di setiap titik wisata pantai.

Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi prioritas bersama, bukan hanya tanggung jawab satu kementerian. Ia mendorong Kementerian Perhubungan untuk memperketat sertifikasi kapal wisata sesuai standar NCVS, memastikan setiap kapal dilengkapi alat komunikasi seperti radio SSB, dan mewajibkan pelatihan keselamatan bagi seluruh awak kapal.

Di sisi lain, ia menilai Kementerian Pariwisata harus berperan sebagai penggerak utama dalam membangun sinergi antarinstansi, serta meningkatkan kualitas SDM di sektor wisata bahari.

“Keselamatan wisatawan bukan sekadar pelengkap. Ini fondasi utama jika kita ingin pariwisata maritim tumbuh secara berkelanjutan. Potensi laut kita luar biasa, tapi harus dibarengi dengan kesiapan dan tanggung jawab,” tegasnya.

Bambang menutup pernyataannya dengan menyoroti ironi Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, namun masih minim infrastruktur keselamatan laut. “Jika kita tak segera berbenah, tragedi seperti ini hanya akan terulang.”

Pos terkait