Legislator Soroti Kesiapan Pelabuhan Ketapang, Dorong ASDP Tambah Dermaga dan Bufferzone

Kamis, 3 Jul 2025 10:58 WIB
Legislator Soroti Kesiapan Pelabuhan Ketapang, Dorong ASDP Tambah Dermaga dan Bufferzone

Banyuwangi – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meninjau langsung operasional Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, guna memastikan kesiapan layanan penyeberangan menuju Gilimanuk, Bali. Dalam kunjungan tersebut, Bambang menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur, khususnya penambahan dermaga dan perluasan area bufferzone.

Menurutnya, meskipun layanan penyeberangan saat ini masih tergolong lancar, potensi lonjakan penumpang terus meningkat seiring momentum libur sekolah. Ia mencatat bahwa load factor atau tingkat keterisian kapal penyeberangan telah mencapai 70 persen, angka yang dinilainya cukup tinggi dan patut menjadi perhatian.

“Kalau angka 70 persen ini terus bertahan atau meningkat, berarti perlu segera disiapkan langkah-langkah strategis. Salah satunya, menambah jumlah dermaga agar tidak terjadi kemacetan arus kapal,” ujar Bambang dalam pernyataannya di Banyuwangi, Rabu (2/7/2025).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, kapasitas penyeberangan tak hanya ditentukan oleh jumlah kapal, tetapi juga oleh ketersediaan tempat sandar. Meski jumlah kapal mencukupi, terbatasnya dermaga menyebabkan kapal tidak bisa beroperasi secara maksimal.

Bambang mengusulkan agar PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera menambah minimal satu dermaga, bahkan jika memungkinkan dua hingga tiga pasang dermaga tambahan di sisi Ketapang maupun Gilimanuk.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya memperluas bufferzone atau area penyangga untuk kendaraan yang hendak menyeberang. Menurutnya, keberadaan bufferzone yang memadai akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan, terutama pada musim libur panjang.

“Penataan bufferzone sangat krusial. Jika kendaraan menumpuk di area pelabuhan, itu bisa memicu kemacetan. Harus ada pengelolaan lalu lintas yang lebih baik,” katanya.

Terkait rencana pembangunan fly over dari bufferzone Bulusan ke Pelabuhan Ketapang oleh Pemprov Jatim, Bambang menilai hal itu bisa dihindari jika masyarakat di sekitar bantaran sungai direlokasi. “Kalau penataan kawasan dilakukan dengan baik, fly over tidak diperlukan. Cukup optimalkan akses darat yang ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa ketika proyek Tol Probowangi tersambung hingga ke Banyuwangi, akan terjadi lonjakan besar kendaraan menuju Bali. “Surabaya dan sekitarnya akan lebih dekat ke Bali lewat darat, dan Ketapang akan menjadi titik padat. Kita harus siap sebelum itu terjadi,” ujar Bambang.

Dengan pernyataannya ini, Bambang berharap pihak ASDP dan pemerintah daerah dapat bergerak cepat mempersiapkan infrastruktur penyeberangan untuk menghindari kemacetan serta meningkatkan kenyamanan pengguna jasa lintas Jawa–Bali.

Pos terkait