Langkah Pemkot Bandung Tingkatkan Efektivitas Pengelolaan Sampah di 2025

Sabtu, 11 Jan 2025 01:24 WIB
Langkah Pemkot Bandung Tingkatkan Efektivitas Pengelolaan Sampah di 2025

Brilian•BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung terus menggulirkan berbagai program inovatif untuk menangani permasalahan sampah yang menjadi perhatian utama sepanjang 2024. Dengan semangat kolaborasi dan pendekatan berkelanjutan, Pemkot optimistis mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi warganya di tahun 2025.

Satgas Percepatan: Pilar Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Salah satu inisiatif utama Pemkot Bandung adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengelolaan Sampah melalui Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 658.1/Kep.067-DLH/2024. Satgas ini memiliki tugas utama mempercepat penerapan kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah, yang mencakup edukasi masyarakat dan pengawasan di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Kita ingin memastikan bahwa kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah dapat menjadi budaya masyarakat Bandung, bukan sekadar solusi sementara,” ujar Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara.

Kawasan Bebas Sampah (KBS) Semakin Meluas

Program Kawasan Bebas Sampah (KBS) juga terus ditingkatkan sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah sampah di tingkat RW. Jumlah RW yang berpartisipasi dalam program ini telah meningkat dari 283 menjadi lebih dari 400 RW pada 2024.

Koswara menggarisbawahi pentingnya kolaborasi masyarakat dalam mendukung program ini. “Kita harus memperkuat peran masyarakat dalam menyelesaikan sampah di sumbernya. Keterlibatan mereka adalah kunci keberhasilan,” ungkapnya.

Meski begitu, dari 75 RW yang diusulkan untuk program KBS, baru 13 RW yang berhasil lolos verifikasi. Langkah ini akan terus digenjot agar lebih banyak wilayah terlibat.

TPS dan Teknologi RDF: Solusi Inovatif

Dalam upaya mengelola sampah dengan lebih efisien, Pemkot Bandung memaksimalkan fungsi 263 Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). TPS-TPS ini dirancang untuk mendukung pengelolaan berbasis wilayah dengan pendekatan Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Selain itu, teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) mulai diadopsi untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif, memberikan solusi jangka panjang dalam mengurangi beban TPA.

Tantangan di Akhir 2024

Penanganan tumpukan sampah tetap menjadi prioritas. Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat penurunan ritasi sampah ke TPA Sarimukti dari 153,4 rit per hari pada November menjadi 136,58 rit per hari di Desember 2024. Sebagian ritasi telah dialihkan ke TPA Pasir Bajing.

Sementara itu, volume sampah selama malam tahun baru 2025 tercatat mencapai 163 meter kubik atau setara dengan 57 ton, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Namun, persoalan besar masih terjadi di Pasar Induk Caringin dengan tumpukan sampah mencapai 4.000 meter kubik. Pengelola pasar telah diberikan sanksi administratif oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan diwajibkan menyelesaikan masalah ini dalam waktu 14 hari.

Harapan untuk Bandung yang Lebih Bersih

Koswara berharap berbagai langkah yang telah dilakukan dapat membuahkan hasil di tahun 2025. “Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta menjadi pondasi utama dalam menyelesaikan masalah sampah di Kota Bandung. Kami percaya ini adalah langkah nyata menuju Bandung yang lebih bersih,” pungkasnya.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *