Surabaya°Brilian – Komisi D bidang kesejahteraan rakyat menggelar Penjaringan Aspirasi Masyarakat, masa Reses tahun sidang ketiga, masa persidangan kedua tahun anggaran 2022, dilaksanakan secara Daring dan tatap muka, bertempat halaman Rumah Bapak Karji di Jalan jambangan no 81, RT 1, RW 2, Kelurahan Jambangan. Senin (14/02/2022).
Kegiatan yang berlangsung secara protokol kesehatan tersebut dihadiri oleh Dyah Katarina S.Psi, M.Si Fraksi PDI Perjuangan komisi D bidang kesejahteraan rakyat, Satgas covid, RT, RW, Bhabinkamtibmas, Tokoh masyarakat, para Kader dan perwakilan warga.
Ketua komisi D Fraksi PDI Perjuangan Dyah Katarina S.Psi, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan untuk menampung aspirasi dari konstituennya, dan Reses sendiri merupakan salah satu agenda anggota Dewan untuk menyerap aspirasi rakyat yang diwakilinya.
Tujuan reses adalah menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.
lebih lanjut Dyah menambahkan kegiatan reses ini perlu dilakukan guna mendengarkan secara langsung aspirasi yang ada di masyarakat,
“Tujuan njenengan datang hari ini, program apa saja yang disampaikan, kendala apa saja yang dikeluhkan, sehingga nantinya bisa diambil sebuah keputusan yang terbaik, termasuk usulan pembangunan yang ada di daerah masing-masing masyarakat,” ujarnya
Disela acara Reses, berbagai aspirasi warga mulai dari masalah tentang Stunting, Genangan air, Pembangunan saluran, PJU, Pos kamling, Penanganan permakanan dan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).
Mewakili kader kesehatan, ibu Titik menyampaikan tentang Stunting di wilayah jambangan, “Jadi stanting ini lagi semarak, karena stunting itu dimulai dari ibu hamil sampai usia 9 bulan, juga termasuk gizinya, mengenai MBR kalau bisa untuk data MBR benar- benar di masukkan datanya yang sesuai, dan intinya tetap mensejahterahkan warga,” terang ibu Titik.
Selanjutnya Dyah memberikan arahan Untuk bu titik, mengenai data MBR, “Datanya serahkan aja sama saya, nanti saya akan sampaikan ke dinas terkait,” terang Dyah
Selanjutnya, Mengenai Stunting ini harus benar-benar diperhatikan, dan benar-benar melalui program eliminasi stunting atau gizi buruk yang sudah di programkan oleh walikota.
Kebanyakan aspirasi warga yang minta langsung ke dewan, dianggap dewan itu eksekutor, jadi saya selalu memberikan edukasi,
“Silahkan ajukan dulu ke Pemkot, keputusan ada di pemkot, kalau belum terealisasi, kita akan merapatkan melalui rapat paripurna, karena berkaitan dengan APBD,” tegasnya
“Tujuan timku utamanya adalah memberi edukasi, mensosialisasikan seperti tadi ada pemahaman yang salah tentang stunting, karena kita paham ya kita betulin, seperti itu, jangan sampai membuat resah warga, masak stunting itu sampai ribuan, iya kan stunting itu apa, hanya karena bentuknya seperti itu ya gak boleh, harus benar-benar masuk kriteria Stunting,” tegas Dyah
Harapan saya dalam reses ini, Pemkot Surabaya bisa benar-benar memenuhi apa yang diharapkan warga, sesuai dengan usulan warga, jangan menunda-nunda, jadi apa yang tertunda kemarin bisa terlaksana, Karena bagaimanapun soal fisik seperti salah satunya tentang saluran itu sangat penting,
“Setidaknya dengan acara Reses ini, kita bisa memberikan edukasi kepada warga dan bisa mendengarkan keluhan dan aspirasi warga untuk diarahkan kepada dinas terkait,” tandasnya





