Kisah Tiga Orang Yang Dikabulkan Do’a Karena Melakukan Keikhlasan

Senin, 6 Des 2021 12:13 WIB
Kisah Tiga Orang Yang Dikabulkan Do’a Karena Melakukan Keikhlasan

Brilian°Kajian – Rasulullah ﷺ pernah menceritakan bagaimana keikhlasan tiga orang yang terjebak di dalam gua, menyebabkan mereka di selamatkan oleh Allah Ta’ala. Kisah selengkapnya Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:

“Ada tiga orang yang hidup sebelum kalian, Mereka berangkat (untuk sebuah perjalanan) hingga mereka masuk ke dalam sebuah gua untuk bermalam. Tiba-tiba dari atas gunung jatuh sebongkah batu yang menutupi gua dimana mereka berada.

Mereka berkata, ‘Kita tidak akan selamat dari batu ini kecuali kalian berdo’a kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan amal-amal shalih. ‘Salah seorang dari mereka berdo’a: ‘Ya Allah, aku masih memiliki ibu dan bapak, yang keduanya sudah berusia lanjut. Aku tidak mendahulukan seseorang pun untuk minum susu di sore hari sebelum keduanya minum lebih dahulu.

Bacaan Lainnya

Suatu hari aku pergi jauh untuk mencari sesuatu. Aku tidak pulang kecuali setelah keduanya tertidur. Aku pun memerah susu untuk kedua orang tuaku. Tapi aku dapatkan keduanya telah tertidur. Aku tidak suka jika susu tersebut diberikan kepada keluargaku sebelum aku memberikannya terlebih dahulu kepada keduanya.

Aku pun diam menunggu keduanya bangun, sedangkan wadah susu tersebut masih berada ditanganku hingga terbit fajar. Lalu keduanya bangun dan keduanya minum susu.

Ya Allah, jika aku melakukan ini dengan mengharap Wajah-Mu, maka lapangkanlah apa yang sedang kami hadapi, disebabkan batu ini.’ Maka batu tersebut sedikit bergeser. Namun mereka masih belum bisa keluar.”

Nabiﷺ bersabda, “Lalu yang lain (orang kedua) berkata. ‘Ya Allah, aku memiliki saudara sepupu. Ia merupakan orang yang paling aku cintai. Aku mengiginkan dirinya, namun ia menolaknya. Ketika ia menderita karena suatu musim paceklik, ia datang kepadaku. Aku memberinya seratus dua puluh dinar dengan syarat ia mau berduaan denganku.

Dan ia pun mau. Ketika aku telah siap melakukannya maka ia berkata, ‘Aku tidak akan menghalalkanmu memecahkan keperawanan kecuali dengan hak (menikah yang sah).’ Maka aku merasa dosa jika sampai menjamahnya. Aku berpaling meniggalkannya, padahal ia adalah orang yang paling aku cintai. Aku pun membiarkan emas yang aku berikan kepadanya (tanpa harus mengembalikannya). Ya Allah, jika aku melakukan hal ini dengan mengharapkan Wajah-Mu, maka lapangkanlah apa yang sedang kami hadapi.’ Maka terbukalah celah untuk keluar, namun mereka masih belum bisa keluar.”

Nabi ﷺ bersabda, ”Orang yang ketiga berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku pernah mempekerjakan para buruh. Aku memberikan upah kepada mereka kecuali ada seorang pekerja yang tidak mau mengambil upahnya, lalu ia pergi. Aku kelola upahnya itu hingga menjadi harta yang banyak. Kemudian selang beberapa waktu ia datang kepadaku seraya berkata, ‘Wahai hamba Allah, berikanlah kepadaku upahku.’ Lalu aku berkata kepadanya, ‘Semua yang kau lihat adalah upahmu, yang terdiri dari unta-unta, sapi-sapi, kambing-kambing dan hamba-hamba sahaya. ‘Maka ia berkata, ‘Hai hamba Allah, janganlah engkau mengolok-olokku.’ Aku katakan kepadanya, ‘Aku tidak memperolok-olokkanmu.’ Maka ia mengambil semuanya, lalu ia giring dan tidak meninggalkannya sedikitpun.

Ya Allah, jika aku melakukan hal ini dengan mengharapkan Wajah-Mu, maka lapangkanlah apa yang sedang kami hadapi.’ Maka batu itupun bergeser membuat celah, dan mereka bisa keluar dari gua itu.” (HR. Imam Bukhari dalam _Shahiih_-nya, kitab _al-Ijaarah_ no. 2111)_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *