Kisah Teladan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam Bersama Yahudi

Kamis, 25 Nov 2021 11:17 WIB
Kisah Teladan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam Bersama Yahudi

Brilian°Kajian – Suatu ketika Abu Jahal, paman Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_. Menyewa seorang Yahudi untuk menuakiti Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_. Lalu si Yahudi tadi pergi menuju lorong yang biasa dilewati Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ untuk menuju Kak’bah.

Disaat Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ lewat, dia memanggil. Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ pun menenggok karena beliau tidak pernah mengecewakan siapa pun yang memanggilnya. Disaat itulah Yahudi tadi meludahi wajah Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_. Nabi tidak sedikit pun marah atau menghardik Yahudi itu.

Keesokan hari nya, Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ kembali berjalan ditempat yang sama. Tidak sedikit pun beliau merasa dendam atau berusaha untuk menjauhi jalan tersebut.

Bacaan Lainnya

Sesampai nya ditempat yang sama, Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ pun kembali dipanggil dan diludahi seperti sebelum nya. Demikian kejadian itu terus berulang selama beberapa hari hingga pada suatu hari Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ tidak mendapati lagi orang yang meludahi nya selama itu. Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ pun bertanya dalam hati nya, “Kemana gerangan orang yang selalu meludahiku?”

Setelah menanyakan nya ke orang di sekitar tempat itu, Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ diberitahu bahwa orang tersebut jatuh sakit.

Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ pun pulang kerumah untuk mengambil makanan yang ada dan tak lupa pula mampir ke pasar membeli buah-buahan untuk menjenguk Yahudi yang tengan sakit itu. Sesampai nya dirumah si Yahudi, Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ mengetuk pintu. Dari dalam rumah, terdengar suara lirih Yahudi yang tengah sakit mendekati pintu sembari bertanya, “Siapa yang datang?”

“Saya, Muhammad _shalallahu ‘alaihi wasallam_, ” jawab Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_.

“Muhammad siapa?” terdengar suara Yahudi itu kembali bertanya.

“Muhammad Rasulullah, “jawab Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_.

Setelah pintu dibuka, alangkah terkejut nya si Yahudi menyaksikan sosok yang datang adalah orang yang selama ini disakiti nya dan diludahi wajah nya.

“Untuk apa engkau datang kemari?” tanya Yahudi itu lagi.

“Aku datang untuk menjengguk mu, wahai saudaraku karena aku mendengar engkau jatuh sakit.” jawab Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ dengan suara yang lembut.

“Wahai Muhammad, ketahuilah bahwa sejak aku jatuh sakit, belum ada seorang pun yang datang menjengukku, bahkan Abu Jahal sekalipun yang telah menyewaku untuk menyakiti mu. Padahal, aku telah beberapa kali mengutus orang kepada nya agar ia segera datang memberikan sesuatu kepada ku. Namun, engkau yang telah aku sakiti dan ludahi berkali-kali selama ini, justru yang pertama kali datang menjengukku, ” kata Yahudi itu dengan nada terharu.

Keagungan akhlak Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ telah meluluhkan hati nya. Ia pun memeluk Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ dan menyatakan diri nya masuk Islam.

Dikutip dari Buku: Pendidikan Agama Islam untuk sekolah menengah

Begitulah akhlak Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam_ yang mencontohkan kepada umat nya yaitu kita semua saat berhadapan dengan musuh, yang sesuai dengan firman Allah _Subhaanahu wata ‘ala_ :

 

*وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ*

 

“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan an-tara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.” (QS. Fusshilat ayat 34)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *