Kisah Takut-Nya Sayyidina Abu Bakar _radhiyallahu ‘anhu Kepada Allah Subhaanahu wata ‘ala

Rabu, 24 Nov 2021 10:33 WIB
Kisah Takut-Nya Sayyidina Abu Bakar _radhiyallahu ‘anhu Kepada Allah Subhaanahu wata ‘ala

Brilian°Kajian – Sesuai kesepakatan ahli sunnah, Sayyidina Abu Bakar _radhiyallahu ‘anhu_ adalah orang yang paling utama di antara seluruh manusia di dunia ini selain para Nabi _’alaihimussalam_ , Dia dipastikan termasuk ahli surga, Baginda Rasulullah _shalallahu ‘alaihimussalam_ sendiri memberi kabar gembira, bahwa ia adalah ahli surga, bahkan dikatakan akan menjadi pimpinan kaum tua yang akan masuk surga.

Semua pintu surga akan memanggil nama nya dan menyampaikan kabar gembira kepada nya.

Baginda Nabi _shalallahu ‘alaihimussalam_ bersabda, “Orang yang paling dahulu masuk surga dikalangan umatku adalah Abu Bakar”.

Bacaan Lainnya

Meskipun demikian, Sayyidina Abu Bakar _radhiyallahu ‘anhu_ berkata, “Alangkah bahagia nya, seumpama aku menjadi sebatang pohon yang akhir nya ditebang”, ia juga berkata, “Alangkah bahagia nya, aku menjadi rumput yang dimakan hewan”.

Kadang kala ia berkata, “Alangkah bahagia nya, seumpama aku menjadi sehelai bulu dibadan seorang mukmin”. Suatu ketika, ia pernah berada didalam sebuah kebun dan melihat seekor burung yang sedang berkicau. Sambil menarik nafas berat, Sayyidina Abu Bakar _radhiyallahu ‘anhu_ berkata, “Wahai burung, alangkah beruntung nya hidup mu, kamu makan, minum, dan beterbangan diantara pepohonan, tetapi di akhirat tidak ada hisab bagimu. Alangkah bahagia nya, seumpama Abu Bakar menjadi seperti mu.”

Sayyidina Rabi’ ah Aslami _radhiyallahu ‘anhu_ bercerita, “Suatu ketika pernah terjadi kesalahpahaman antara aku dan Sayyidina Abu Bakar _radhiyallahu ‘anhu_.

Ia berbicara kasar kepada ku, sehingga aku tersinggung. Ketika ia menyadari kesalahan nya, ia berkata kepada ku, “Ucapkanlah kata-kata kasar kepada ku sebgai balasan!” Namun, aku menolak nya, ia berkata. “Kamu harus mengucapkan nya. Jika tidak, akan ku adukan kepada Baginda Rasulullah _shalallahu ‘alaihimussalam_!” Aku tetap tidak menjawab apapun.

lalu, ia bangun dan pergi meninggalkan ku. Ketika itu, beberapa orang dari kabilah ku (Bani Aslam) yang menyaksikan kejadian tersebut berkata, “Orang ini aneh sekali. Ia sendiri yang bersalah dan ia sendiri yang mengadukan nya kepada Baginda Rasulullah _shalallahu ‘alaihimussalam_”.

Aku berkata, “Tahukah kamu siapa dia? Dialah Abu Bakar _radhiyallahu ‘anhu_. Jika ia marah kepada ku, tentu Baginda Rasulullah _shalallahu ‘alaihimussalam_ kekasih Allah _Subhaanahu wata’ala_ akan marah kepadaku, dan jika beliau marah, maka Allah _Subhaanahu wata ‘ala_ akan marah.

Jika demikian maka Rabi’ ah pasti akan binasa.” Kemudian aku pergi menemui Baginda Rasulullah _shalallahu ‘alaihimussalam_ dan menceritakan kejadian tersebut.

Beliau bersabda, “Sikap mu benar, memang sebaik nya kamu tidak membalas nya, tetapi katakanlah, “Semoga Allah _Subhaanahu wata ‘ala_ memaafkan mu, wahai Abu Bakar.”

Faedah :

Inilah contoh perasaan takut kepada Allah _Subhaanahu wata ‘ala_. Hanya karena sepotong kalimat yang sepele, Sayyidina Abu Bakar _radhiyallahu ‘anhu_ demikian takut balasan nya (di akhirat).

Ia sangat cemas dan khawatir, sehingga ia sendiri yang minta di balas, bahkan mengadukan kepada aginda Rasulullah _shalallahu ‘alaihimussalam_ agar Sayyidina Rabi ‘ah _radhiyallahu ‘anhu_ membalas nya.

Pada hari ini, kita sangat mudah untuk saling mencaci tampa rasa khawatir sedikit pun akan balasan perbuatan kita kelak di akhirat atau hari hisab.

[Dikutip dari kitab *_Fadhilah Amal_* Karya *_Syaikhul Hadist Maulana Zakariyya Al-Kandahlawi_ hal.29-30]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *