Brilian°Bangkalan – Kisah sedih apa yang di alami penjual kopi keliling di atas Dek Kapal penyebrangan Surabaya-Madura Mat Sari namanya, ia sehari-hari menghidupi anak istrinya dengan menjajahkan kopi keliling di atas Kapal yang lalu lalang dari Surabaya ke Pulau Madura atau sebaliknya.
Matsari pria asal madura Kabupaten Pamekasan, ia berjualan di atas dek kapal jual kopi dari pukul 09.00 (pagi) sampai pukul 03.00 (sore), ia tiap harinya membawa pulang sedikit rejeki buat anak istrinya sebesar Rp. 100-125rb, itu pun klau lagi ramai, kalau lagi sepi terkadang ia pulang tidak membawa uang sama sekali.
Mat Sari saat di tanya awak media Berlian-news.id dengan bahasa Madura “RAMMIH YE KAK JUEL KOPINAH” (ramai ta kak jual kopinya) ” ia pun menjawab, “SEPPEH LEK SEMENJAK BEDE SURAMADU KARO COKOP GEBEI NGAKAN ALHAMDULILLAH REJEKEH ALLOH SE NGATUR” (Seppi mas semenjak ada Suramadu hanya cuma cukup buat makan.
“Alhamdulillah meskipun semenjak ada penyebrangan Suramadu jualan saya sepi namun saya tetap bersukur, saya bisa menghidupi anak dan istri dengan berjualan kopi seperti ini, rejeki gusti alloh SWT yang Ngatur, “ucap matsari sambil nada sedih.





