Kematian Massal Ikan Penghuni Sungai Brantas, Terulang Kembali

Senin, 23 Mei 2022 22:59 WIB
Kematian Massal Ikan Penghuni Sungai Brantas, Terulang Kembali

Brilian°Gresik – Fenomena ikan mati massal atau ikan munggut kembali terjadi di Sungai Brantas, Ribuan ekor ikan mati di sungai yang mengalir diantara Kabupaten Mojokerto, Gresik, Sidorajo dan Surabaya.

Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah atau Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menyebut berdasarkan laporan warga, gerombolan ikan mati terpantau pertama kali pada Senin (23/5) sekitar pukul 05.00 Wib di Desa Cangkir Hingga Wilayah Warugunung Kota Surabaya, Jenis ikan yang ditemukan beragam seperti Rengkik, Keting, Bader, Nila dan Mujair.

Bacaan Lainnya

Di lokasi lain, Habib warga Desa Bambe Driyorejo Gresik mengatakan “sekitar pukul 06.30 saya pergi ke sungai, dan sudah banyak warga yang berada di lokasi sekitar sungai. Munggut ini termasuk paling parah dan besar menurut saya, dalam 2 tahun terakhir ini. karena banyak ikan berukuran besar yang ikut mati, perkirakan saya tingkat cemarannya sampai ke dasar sungai dan meng kontaminasi ikan yang berukuran besar. Dan saat itu Bau air sungai amis seperti bau micin, sedikit berminyak dan lengket.” jelasnya kepada awak media.

Menurut catatan Ecoton peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi Di Sungai Surabaya, peristiwa ini pasti datang setiap tahun dan tidak ada penyelesaian, Hari ini kami melihat cukup banyak ikan yang mati mulai dari ikan yang kecil hingga yang berukuran sangat besar. Kami menduga peristiwa ini akibat limbah industry karena dari dampaknya sangat besar bagi sungai dan kematian ikan yang sangat banyak.

Diki Dwi Cahya Manager Kampanye Ecoton Menyebutkan Bahwa “Rengkik dan mujaer berukuran besar, ikut terimbas. Sudah lama saya tidak melihat tangkapan ikan sebesar ini selama beberapa tahun terakhir. Menurut saya jika terus begini kelestarian lingkungan kali Surabaya bisa terancam serta membuat induk ikan akan mati dan bisa menyebabkan kepunahan”. Ujarnya

Ia menambahkan pihaknya juga meminta kepada masyarakat, untuk waspada dan berhati – hati jika mengkonsumsi ikan mati hasil tangkapan, karena ikan – ikan tersebut diduga terindikasi tercemar kandungan racun dan bahan berbahaya.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa Air Sungai Surabaya merupakan Bahan Baku PDAM Surabaya, Karena lokasi ikan munggut mendekati Intake PDAM Surabaya. kejadian tersebut akan mengakibatkan penurunan kualitas air sungai.

“Jika Peristiwa ikan mati massal terus terulang, Akan lebih baik membuat program pemulihan bersama dari pada Mengambil Upaya Hukum Banding, mengingat Peristiwa Ikan Mati Massal terus terjadi.” pungkas nya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *