Jawa Timur Tertinggi Nasional, 280 Sekolah Raih Adiwiyata 2025, Khofifah Tegaskan Konsistensi Pendidikan Hijau

Senin, 15 Des 2025 19:28 WIB
Jawa Timur Tertinggi Nasional, 280 Sekolah Raih Adiwiyata 2025, Khofifah Tegaskan Konsistensi Pendidikan Hijau

Brilian°Surabaya – Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai provinsi dengan komitmen pendidikan lingkungan tertinggi di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 280 satuan pendidikan di Jawa Timur berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi sekaligus kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil nyata dari konsistensi dunia pendidikan di Jawa Timur dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada peserta didik.

“Diterimanya penghargaan ini menjadi hasil konkret dan komitmen satuan pendidikan di Jawa Timur yang secara konsisten mengajarkan siswa untuk peduli terhadap lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (11/12/2025).

Dari total 280 sekolah penerima penghargaan, 186 sekolah meraih Adiwiyata Nasional, sementara 94 sekolah berhasil naik kelas sebagai Adiwiyata Mandiri. Capaian ini kembali menempatkan Jawa Timur di peringkat pertama nasional, melanjutkan dominasi serupa yang juga diraih pada tahun 2024.

Secara nasional, posisi Jawa Timur disusul Provinsi Jawa Tengah dengan total 201 sekolah (173 Nasional, 28 Mandiri), Jawa Barat sebanyak 69 sekolah, Kalimantan Timur 67 sekolah, dan Sulawesi Selatan 53 sekolah. Sementara DKI Jakarta mencatat 46 sekolah, disusul Banten (42 sekolah), Kalimantan Selatan (34 sekolah), serta Riau (21 sekolah).

Khofifah menilai capaian tersebut bukan sekadar prestasi administratif, melainkan fondasi penting dalam membangun pendidikan karakter berbasis lingkungan. Menurutnya, kebiasaan menjaga lingkungan yang ditanamkan sejak bangku sekolah akan membentuk karakter siswa hingga dewasa.

“Pendidikan karakter lingkungan yang dilakukan di sekolah akan melahirkan kebiasaan baik yang melekat pada diri siswa. Ini menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan lingkungan kita,” tegasnya.

Ia berharap keberhasilan 280 sekolah tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi sekolah lain, khususnya SMA dan SMK di Jawa Timur, untuk mengikuti jejak serupa. Khofifah menekankan bahwa sekolah merupakan rumah kedua bagi siswa, sehingga kebersihan, kenyamanan, dan ekosistem yang sehat harus menjadi perhatian bersama.

“Jika tahun ini ada 280 lembaga yang menerima penghargaan Adiwiyata, maka ke depan kami berharap jumlahnya akan terus meningkat,” katanya.

Sebagai informasi, proses penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) dan Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) Tahun 2025 telah rampung. Berdasarkan hasil evaluasi KLH, ditetapkan 258 Sekolah Adiwiyata Mandiri melalui Keputusan Menteri LH Nomor 2923 Tahun 2025 dan 721 Sekolah Adiwiyata Nasional melalui Keputusan Menteri LH Nomor 2920 Tahun 2025.

Dengan capaian tersebut, Jawa Timur dinilai berhasil menjaga kesinambungan antara kebijakan pendidikan dan kepedulian lingkungan, sekaligus menjadi rujukan nasional dalam implementasi sekolah berwawasan lingkungan.

Pos terkait