IPSI Jatim Gelar Kejurprov Piala BHS, Persiapkan Atlet Hadapi PON 2028

Senin, 18 Mei 2026 10:27 WIB
IPSI Jatim Gelar Kejurprov Piala BHS, Persiapkan Atlet Hadapi PON 2028

Surabaya – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Piala BHS di Surabaya menjadi panggung bagi ratusan atlet muda Jawa Timur untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kejuaraan yang diikuti 390 atlet dari 37 kabupaten dan kota itu menjadi bagian dari persiapan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.

Ketua IPSI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono menyebut pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga unggulan Jawa Timur yang selama ini konsisten menyumbang prestasi di tingkat nasional. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkesinambungan melalui kompetisi yang kompetitif dan terukur.

“Ajang ini diikuti 390 peserta dari 37 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Ini menjadi bagian dari seleksi atlet yang dipersiapkan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028,” ujar Bambang Haryo.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, kejuaraan tersebut menjadi sarana penting untuk melihat perkembangan kemampuan atlet dari berbagai daerah. Para atlet yang tampil dinilai langsung oleh tim pelatih IPSI Jawa Timur untuk menentukan siapa saja yang layak mengikuti tahapan pembinaan lanjutan.

BHS menjelaskan, program Puslatda telah berjalan sejak akhir tahun lalu sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi agenda olahraga nasional. Pembinaan dilakukan secara intensif mulai dari peningkatan teknik, fisik, hingga pembentukan mental bertanding atlet.

Ia menambahkan, seleksi atlet akan kembali dilakukan pada November mendatang guna menentukan komposisi terbaik kontingen Jawa Timur. Seleksi tersebut, kata dia, dilakukan secara objektif berdasarkan kemampuan dan performa atlet selama mengikuti rangkaian pembinaan maupun kompetisi.

“Kami berharap dari kejuaraan ini muncul atlet-atlet terbaik yang nantinya akan kembali diseleksi secara objektif untuk memperkuat Jawa Timur,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bambang Haryo juga menekankan pentingnya dukungan anggaran untuk dunia olahraga. Ia menilai pembinaan atlet membutuhkan komitmen serius agar prestasi olahraga Jawa Timur tetap terjaga di tengah persaingan nasional yang semakin ketat.

Menurutnya, meskipun sejumlah lembaga olahraga mengalami keterbatasan anggaran, pembinaan atlet tidak boleh terhenti. IPSI Jawa Timur, lanjut dia, tetap berupaya menjaga kualitas latihan dan kompetisi agar atlet memiliki kesiapan maksimal menghadapi ajang nasional.

BHS berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap pembinaan olahraga karena dinilai memiliki kontribusi penting dalam mencetak generasi muda yang sehat, disiplin, dan berprestasi.

Pos terkait