Investasi Triliunan Terancam Gagal, DPR Minta Warga Jabar Selamatkan Bandara Kertajati

Kamis, 17 Jul 2025 08:46 WIB
Investasi Triliunan Terancam Gagal, DPR Minta Warga Jabar Selamatkan Bandara Kertajati
Bambang Haryo saat berkunjung ke Bandara Kertajati/Foto : Istimewa

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR-RI, Bambang Haryo Soekartono, mengingatkan pemerintah dan masyarakat Jawa Barat bahwa Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tengah menghadapi ancaman kegagalan fungsi jika tidak segera dimanfaatkan secara maksimal. Ia menyebut proyek bandara senilai Rp2,8 triliun itu kini terbebani utang jatuh tempo yang selama ini hanya ditunda-tunda melalui mekanisme penjadwalan ulang.

“Ini bukan sekadar bandara sepi, tapi ancaman kegagalan investasi negara. Utang yang menumpuk plus bunganya akan menjadi beban berat pengelola bandara. Dan ini dibangun dengan uang rakyat,” kata Bambang.

Ia menyoroti penurunan drastis jumlah pengguna Bandara Kertajati setelah beroperasinya Kereta Cepat Whoosh. Warga Bandung kini lebih memilih akses yang cepat ke Jakarta, ketimbang menggunakan bandara yang menurutnya belum dilengkapi fasilitas memadai.

Bacaan Lainnya

“Keberadaan Bandara Husein Sastranegara di Bandung yang kembali aktif justru memperburuk kondisi Kertajati. Ini semakin membuat bandara sekelas internasional ini tidak relevan tanpa intervensi serius,” ujarnya.

Bambang menegaskan, Bandara Kertajati tidak hanya dibangun dengan dana triliunan rupiah, tapi juga didukung oleh proyek Tol Cisumdawu senilai Rp18,3 triliun—yang juga menggunakan dana pinjaman—demi membuka akses ke lokasi bandara yang jauh dari pusat populasi.

“Letaknya yang kurang strategis membuat bandara ini butuh dorongan besar. Karena itu, saya mendorong agar ASN Pemprov dan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk BUMN, mewajibkan diri menggunakan Bandara Kertajati untuk semua perjalanan dinas,” ucapnya.

Ia juga mengusulkan agar keberangkatan ibadah umrah dari Jawa Barat difokuskan melalui Kertajati. Saat ini, 90 persen jemaah asal provinsi ini masih diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

“Kalau umrah saja tidak diarahkan ke Kertajati, bandara ini akan makin sepi dan makin tak bernyawa. Pemerintah harus tegas menyelamatkan aset ini,” tegasnya.

Bambang berharap kesadaran kolektif dari seluruh elemen di Jawa Barat untuk menjadikan BIJB Kertajati sebagai kebanggaan bersama, bukan monumen mahal yang terbengkalai.

Pos terkait