Mojokerto ° Brilian News.id – Institut eLKISI kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pendidikan Islam melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertajuk “Prospek dan Tantangan Pendidikan Agama Islam di Era Globalisasi”, Sabtu (14/6). Acara ini menghadirkan narasumber utama dari Kementerian Agama RI, Dr. H. H. Biltiser Bachtiar Manti, Lc., M.A., yang kini menjabat sebagai Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda pada Subdirektorat Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal, Direktorat Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Dalam pemaparannya, Dr. Biltiser menekankan pentingnya integritas, kerja keras, dan kesungguhan dalam membangun pendidikan agama Islam yang relevan di era globalisasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, melainkan oleh ketekunan dan tekad kuat untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Man jadda wajada – siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Di tengah derasnya arus globalisasi, kita harus memastikan bahwa pendidikan agama Islam tidak hanya bertahan, tapi juga mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Dr. Biltiser di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa tantangan pendidikan Islam saat ini tidak hanya bersifat internal, tetapi juga eksternal. meliputi penetrasi budaya global, perkembangan teknologi digital, serta tuntutan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga kompetitif secara intelektual dan profesional.
Kegiatan ini diikuti oleh para akademisi, pendidik, mahasiswa, hingga santri dari berbagai institusi pendidikan Islam. Diskusi berjalan dinamis, dengan beragam perspektif yang muncul terkait strategi penguatan kurikulum, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi peran pesantren dan lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi era disrupsi.
Pimpinan Institut eLKISI menyatakan bahwa seminar ini merupakan bagian dari ikhtiar kampus untuk menjadi pusat pemikiran dan gerakan pembaruan pendidikan Islam yang tidak tercerabut dari akar tradisi, namun tetap adaptif terhadap perubahan global.
“Kami percaya bahwa pendidikan Islam harus hadir sebagai kekuatan transformatif, bukan sekadar mempertahankan identitas, tetapi juga membentuk arah peradaban,” ujar salah satu perwakilan pimpinan institut dalam sambutannya.
Seminar nasional ini diharapkan mampu menjadi pemantik kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang unggul, inklusif, dan visioner di era globalisasi.





