Insiden KM Dharma Kartika IX di Balikpapan, DLU Jamin Santunan dan Biaya Medis

Rabu, 28 Jan 2026 13:12 WIB
Insiden KM Dharma Kartika IX di Balikpapan, DLU Jamin Santunan dan Biaya Medis

Surabaya – PT Dharma Lautan Utama (DLU) menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas dampak insiden miringnya KM Dharma Kartika IX yang terjadi saat sandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026). Usai seluruh korban berhasil dievakuasi, perusahaan langsung memprioritaskan penanganan korban, termasuk pembiayaan medis dan pemberian santunan.

Direktur Operasi & Usaha PT Dharma Lautan Utama, Rakhmatika Ardianto, mengatakan bahwa keselamatan dan pemulihan korban menjadi perhatian utama perusahaan tanpa menunggu proses administratif asuransi.

“Korban akan mendapatkan santunan dari asuransi dan juga dari perusahaan. Seluruh biaya perawatan medis kami tanggung,” ujar Rakhmatika saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Bacaan Lainnya

DLU juga memastikan bahwa kendaraan yang terdampak dalam insiden tersebut, khususnya truk yang mengalami kerusakan di dek kapal, akan mendapatkan penggantian melalui skema asuransi.

“Kerusakan truk akan dicover asuransi. Jika nantinya masih ada kekurangan, perusahaan akan menutup kerusakan tersebut,” jelasnya.

Mengenai penyebab insiden, Rakhmatika menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, ditambah keberadaan truk bermuatan over dimension over loading (ODOL), turut memengaruhi stabilitas kapal saat proses pembongkaran muatan.

“Kondisi cuaca akhir-akhir ini kurang mendukung dan ditambah muatan ODOL pada saat kapal membuka ramp door untuk bongkar muatan,” ungkapnya.

Meski demikian, DLU menegaskan bahwa faktor-faktor tersebut tidak mengurangi komitmen perusahaan terhadap keselamatan penumpang dan pengguna jasa.

“Apapun penyebabnya, keselamatan dan penanganan korban tetap menjadi prioritas utama kami,” tegas Rakhmatika.

Berdasarkan data yang dihimpun, insiden tersebut mengakibatkan empat orang menjadi korban, terdiri dari satu orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka-luka. Dua korban luka telah kembali ke kampung halaman, sementara korban meninggal dunia masih dalam penanganan lebih lanjut. Kendaraan yang terdampak meliputi tiga truk besar dan satu truk sedang dengan muatan beras dan telur.

“Satu korban meninggal dunia dan tiga mengalami luka. Dua korban sudah pulang. Untuk unit kendaraan, ada tiga truk besar yang mengalami kerusakan,” katanya.

Pos terkait