Brilian News.id | Gresik – Kerusakan jalan di wilayah Driyorejo yang bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki kini memicu aksi protes dari warga setempat. Berbagai kecelakaan akibat lubang dan gundukan jalan membuat warga merasa keselamatan mereka terancam setiap kali melintasi area tersebut.
Sebagai bentuk protes, komunitas GDB (Garda Driyorejo Bersatu) pada Minggu, 27 Oktober 2024, menandai titik-titik jalan rusak dengan cat sebagai peringatan bagi pengguna jalan dan desakan kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan. “Setiap lubang dan gundukan yang kami cat adalah bukti konkret dari kelalaian pemerintah. Setiap cat yang kami sapukan adalah suara kami, suara korban kecelakaan yang selama ini tak didengar,” tegas Heru
Selain menandai titik berbahaya, warga juga mengundang media lokal guna memperluas perhatian terhadap kondisi jalan di Driyorejo yang dianggap membahayakan pengendara. Garda Driyorejo Bersatu menegaskan akan melanjutkan protes jika tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah.
Kapolsek Driyorejo, AKP Muhsiram, mengapresiasi kepedulian warga terhadap keselamatan lalu lintas di wilayah tersebut. “Terima kasih atas kepedulian dari rekan-rekan Garda Driyorejo Bersatu. Mudah-mudahan hal ini mendapat perhatian dari pihak terkait sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan di wilayah Driyorejo,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.
Menanggapi aksi ini, Humas DPU Bina Marga Jawa Timur, Dedi, menyampaikan tanggapannya atas aduan warga dan memastikan penanganan akan segera dilakukan. “Saat ini, tim sedang melakukan survei untuk mengidentifikasi kerusakan di ruas jalan tersebut, sehingga proses perbaikan dapat dilakukan seefektif mungkin,” jelas Dedi pada Senin, (28/10/24). Dedi menambahkan, perbaikan jalur Bambe-Legundi diharapkan mulai terlaksana pada triwulan keempat tahun 2024 demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Melalui aksi ini, warga berharap adanya respons nyata dari pemerintah agar keselamatan mereka lebih terjamin.





