Brilian-news.id | NGAWI – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ngawi Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus produktif menghasilkan produk UMKM bernilai jual. Salah satunya menghasilkan tas anyaman plastik (26/11).
Sebanyak 5 orang warga binaan Lapas Ngawi dapat memproduksi 90 anyaman tas setiap bulannya. Mereka didampingi langsung oleh staf kegiatan kerja bertempat di bengkel kegiatan kerja Lapas Ngawi untuk menganyam tas setiap harinya. Kegiatan ini bekerja sama dengan UMKM Susi Septiana dimana setiap hasil anyaman dari warga binaan dipasarkan oleh UMKM Susi Septiani.
Selain mendapat ilmu keterampilan membuat anyaman tas, warga binaan juga mendapatkan premi dari hasil penjualan anyaman tas tersebut sehingga mereka dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan untuk dirinya sendiri.
“Ini merupakan program kami dalam membina warga binaan sesuai dengan 13 Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Walaupun ditempat terbatas mereka bisa tetap produktif menghasilkan produk UMKM bernilai jual yang dapat memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat,” ujar Iwan Setiawan, Kalapas Ngawi.
Selain memproduksi anyaman tas, warga binaan juga memproduksi berbagai macam kerajinan dari kayu yang bernilai jual. Harapannya warga binaan dapat diterima kembali ke masyarakat dan mempunyai keterampilan yang nantinya dapat dikembangkan ketika mereka selesai menjalani masa pidana. Lapas Ngawi terus berkomitmen untuk mendukung 13 Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan memberikan dampak positif kepada masyarakat.





