Gandeng ECOTON, DLH Jombang Sosialisasi Penggunaan Teknologi Pemetaan Hutan Dan Pemantauan Kesehatan Sungai

Kamis, 28 Jul 2022 19:58 WIB
Gandeng ECOTON, DLH Jombang Sosialisasi Penggunaan Teknologi Pemetaan Hutan Dan Pemantauan Kesehatan Sungai

Brilian°Gresik – Melibatkan komunitas peduli lingkungan DLH Kabupaten Jombang mengadakan acara sosialisasi tentang Penggunaan Teknologi Untuk pemetaan konservasi hutan dan pementauan kesehatan sungai, Sekitar 50 peserta meliputi Pemerhati lingkungan, Perwakilan Desa dan Komunitas mengikuti acara yang diselenggarakan di Pendopo Kantor Kecamatan Wonosalam.

Dalam acara tersebut, Kamis (28/7) juga melibatkan Yayasan Ecoton sebagai narasumber yang menyampaikan pamaparan tentang Pemetaan Alih Fungsi Lahan dan Upaya Mendeteksi Gejala Longsor Dan Pelibatan Masyarakat Sekitar Sungai Brantas, Berbasis Citizen Science.

Kepala Bidang Konservasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Lilik Purwati.,ST.,MM menerangkan bahwa kegiatan ini adalah lanjutan dari hari peringatan lingkungan hidup, dimana pada kegiatan sebelumnya masih menggunakan alat manual dan belum terdokumentasi secara digital.

Bacaan Lainnya

Seperti penjelasannya pada acara tersebut, “kita adakan sosialisasi pemantauan hutan dan kesehatan sungai. Agar hasil dari kegiatan bisa terdokumentasi secara digital, maka dari itu kita adakan sosialisasi digitalisasi, Kegiatan ini adalah komitmen pemerintah kabupaten Jombang untuk mendampingi masyarakat untuk melakukan perlindungan lingkungan hidup. Mengingat Wonosalam merupakan wilayah hulu sungai brantas yang menjadi wilayah penting dan punya banyak potensi, Kita ketahui saat ini penggunaan teknologi semakin modern dan kami berharap penggunaan teknologi dan digitalisasi bisa digunakan sebagai suatu alat untuk pemantauan kondisi hutan dan kesehatan sungai.” Jelasnya

Karena untuk menjaga lingkungan hidup harus melibatkan banyak instansi dan masyarakat yang tentunya bersentuhan langsung dengan hutan dan mata air, karena mereka tau dan paham betul tentang kondisi di wulayah tersebut. Maka dari itu kami mengajak komunitas dan pemerintah desa untuk hadir dan berperan serta melakukan pemetaan dan pemantauan kesehatan hutan dan sungai.

Eka Chlra Budiarti.,S.Si Koordinator Citizen Science dalam materinya juga menyampaikan, “saat ini 70% masyarakat tidak terlibat dalam penyelamatan lingkungan hidup, untuk mengetahui pencemaran lingkungan hidup perlu adanya edukasi yang dan pembentukan komunitas di setiap wilayah, Citizen Science adalah ilmu sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat dan nantinya masyarakat bisa menjadi seorang Ilmuwan dengan kegiatan – kegiatan yang dilakukan secara terus menerus. Dalam hal ini masyarakat dapat melakukan pemantauan kualitas air dengan cara pementauan, uji mikroplasti, serangga air dan menggunakan foto sebagai media untuk mendokumentasikan potensi dan pencemaran yang ada di suatu wilayah, agar nantinya foto dokumentasi tersebut akan kita input dalam sebuah Website, yang nantinya akan bisa digunakan sebagai informasi publik dan membantu pemerintah dalam melakukan pemantauan lingkungan hidup.” Terangnya

Hal senada di sampaikan Staff Divisi Edukasi Ecoton Alaika Rahmatullah S.Si, “pentingnya sebuah pemetaan adalah Untuk inventarisasi potensi sumber daya alam dan monitoring terkait dengan kerusakan lingkungan hidup. Hal ini sangat penting untuk mendukung perencanaan, pengelolaan dan konservasi sumber daya alam untuk wilayah – wilayah yang saat ini penting di perhatikan. Hutan Tropis Indonesia adalah Hutan terbesar ke 3 di Dunia setelah Brazil dan Kongo, Indonesia terletak di garis equator bumi sehingga menjadi Negara penyumbang Oksigen terbesar ke Dunia karena potensi hutan tropisnya.” Tutup Alaika.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *