Brilian°Jabar – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, menganggap kasus bullying semakin menjadi masalah serius, bahkan bisa berkembang menjadi perilaku kriminal di kalangan remaja.
Menurutnya, seringkali kasus bullying menyebabkan korban mengalami luka-luka atau bahkan meninggal dunia.
Abdul Hadi Wijaya, yang akrab disapa Gus Ahad, menyatakan bahwa ketika kasus bullying mencapai tingkat kriminal, tanggung jawab sekolah dalam penanganan tidak cukup.
Diperlukan kerjasama pembinaan dengan memanfaatkan perangkat yang ada, seperti komunikasi yang lebih intens antara sekolah, aparat, dan kepolisian.
Menurut Gus Ahad, kepolisian perlu terlibat dalam mengatasi fenomena anak-anak yang terlibat dalam perilaku kriminal di sekolah.
Babinkantibmas di sekolah dan upaya pencegahan dari kepolisian dianggapnya sebagai langkah-langkah yang perlu diterapkan.
Gus Ahad juga menyebut perlunya kejujuran dari pihak sekolah dalam melaporkan kasus bullying. Beberapa kali, masalah bullying cenderung disembunyikan, dan sekolah hanya melihat dari aspek pendidikan tanpa melibatkan pihak kepolisian.
Ia menyoroti bahwa bullying sebenarnya merupakan perilaku anak muda yang tidak tersampaikan dengan baik.
Kultur kelompok atau geng motor di sekolah juga dapat menjadi faktor pemicu. Gus Ahad menekankan perlunya penanganan yang holistik dan melibatkan berbagai pihak untuk mencegah dan mengatasi kasus bullying di kalangan remaja.





