SIDOARJO — Menilai fasilitas istirahat petugas di Pos Jembatan Timbang Trosobo tidak memadai, Anggota Komisi VII DPR RI dari Dapil Jatim I, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyalurkan bantuan 10 set perlengkapan tidur dan satu unit televisi saat kunjungan kerja, Selasa (2/9/2025). Di saat yang sama, ia menegaskan perlunya penegakan tegas terhadap praktik Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dinilai mengancam keselamatan dan merusak jalan.
“Ruang istirahat yang nyaman menentukan kesiapan petugas di lapangan. Karena itu kami bantu perbaikan dasar agar tugas pengawasan lebih optimal,” ujar BHS. Ia menambahkan, televisi di mess bukan semata hiburan, tetapi juga sarana memperkaya informasi kebijakan dan perkembangan terkini bagi petugas.
BHS mengingatkan dampak ODOL tidak hanya pada struktur jalan, tetapi juga risiko kecelakaan berantai. “Nyawa masyarakat jauh lebih berharga daripada kepentingan industri. Penertiban ODOL harus konsisten,” tegasnya.
Kasatpel UPPKB Trosobo, Juni Arta Kriswantoro, mengapresiasi dukungan tersebut. “Sarana istirahat memang menjadi kebutuhan kami. Bantuan 10 set tempat tidur lengkap dan televisi sangat membantu,” kata Juni.
Kunjungan BHS diakhiri dengan penekanan koordinasi lintas pihak—pemerintah daerah, aparat, dan pelaku usaha angkutan—agar pengawasan di jembatan timbang berjalan efektif sekaligus menjaga keselamatan lalu lintas serta keberlanjutan kualitas jalan di Sidoarjo.





