SIDOARJO — Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengebut perbaikan irigasi di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, untuk mengakhiri kekeringan di sejumlah desa dan memulihkan produksi pertanian. Ia menargetkan lima desa kembali teraliri air dalam tiga bulan jika pekerjaan dimulai bulan ini.
Selasa (2/9/2025), BHS meninjau pintu air Balongbendo dan langsung meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PUPR menata ulang mekanisme buka–tutup, menormalkan saluran, dan memperbaiki titik rusak. “Empat desa mengalami kekeringan. Selama ini warga mengandalkan pompa, tapi distribusi sering macet,” ujarnya seusai menerima laporan camat.
BHS mematok rencana kerja yang konkret: tim teknis menuntaskan perbaikan inti dalam satu bulan pertama, lalu menstabilkan aliran hingga lima desa—total 500 hektare—terairi pada bulan ketiga. “Dengan suplai cukup, petani bisa panen tiga bahkan empat kali setahun,” kata dia.
Ia mengaitkan percepatan ini dengan agenda swasembada pangan nasional. “Sidoarjo harus ikut menopang target pemerintah. Stok beras nasional sudah di atas lima juta ton dari sasaran 18 juta ton; pembenahan irigasi daerah bakal mengerek produksi,” tegas BHS.
BHS menandai dua biang masalah: pembagian air yang timpang dan infrastruktur usang. Ia mengarahkan BBWS, pemkab, dan kelompok tani menyusun jadwal distribusi yang adil bagi warga, petani, dan industri, sekaligus meremajakan pintu air serta menambah pemeliharaan rutin. “Kita gas progresnya sekarang supaya petani merasakan manfaat sebelum akhir tahun,” tutupnya.





