Brilian°Probolinggo — Rest area Gerai UMKM yang berada di depan Terminal Bayuangga mengalami kerusakan pada struktur penahan tanah meski belum difungsikan. Fasilitas publik yang direncanakan sebagai pusat kegiatan UMKM tersebut kini menjadi sorotan karena dinilai berpotensi membahayakan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bagian konstruksi penahan tanah tampak miring dan jebol. Longsoran tanah terlihat jelas di belakang bangunan, memunculkan kekhawatiran masyarakat mengingat area tersebut berada di jalur lalu lintas utama dan dekat dengan aktivitas terminal.
Seorang warga sekitar menyampaikan bahwa kerusakan sudah terlihat sebelum bangunan dimanfaatkan. “Belum ada aktivitas UMKM, tapi kondisinya sudah rusak. Kami khawatir kalau nanti dipakai justru membahayakan,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Saat Brilian-news berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan Kota Probolinggo, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Melalui pesan WhatsApp, Kepala DKUP menyampaikan bahwa proyek tersebut bukan menjadi kewenangan pihaknya. “Itu kegiatan PU mas, mohon bisa ke Kadis PU,” tulisnya singkat.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pekerjaan konstruksi rest area berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Probolinggo. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PU terkait penyebab kerusakan maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Rest area Gerai UMKM Bayuangga sebelumnya diproyeksikan sebagai fasilitas pendukung ekonomi lokal dan tempat singgah pengguna transportasi. Namun, kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan sebelum digunakan menimbulkan pertanyaan terkait kualitas perencanaan dan pengawasan proyek.
Brilian-news akan terus berupaya meminta penjelasan dari pihak terkait agar publik memperoleh informasi yang jelas dan transparan mengenai proyek tersebut.
Tim-Redaksi





