Bambang Haryo Soroti Risiko Kebakaran Mobil Listrik di Kapal Penyeberangan

Senin, 29 Jun 2026 13:28 WIB
Bambang Haryo Soroti Risiko Kebakaran Mobil Listrik di Kapal Penyeberangan

MATARAM – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengingatkan potensi risiko keselamatan dalam pengangkutan kendaraan listrik di kapal penyeberangan. Ia menilai persoalan tersebut tidak dapat dianggap sebagai isu biasa karena berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang, awak kapal, serta operasional transportasi laut.

Menurut Bambang, hingga saat ini belum terdapat sistem maupun perangkat pemadam kebakaran yang benar-benar efektif untuk menangani kebakaran baterai kendaraan listrik apabila terjadi di atas kapal. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah sebelum jumlah kendaraan listrik yang menggunakan jasa penyeberangan semakin meningkat.

Ia menjelaskan, karakter kebakaran baterai kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Selain lebih sulit dipadamkan, panas yang dihasilkan juga dapat memicu reaksi berantai sehingga meningkatkan risiko di ruang tertutup seperti dek kendaraan kapal ferry.

Bacaan Lainnya

“Program kendaraan listrik harus berjalan, tetapi perangkat dan regulasinya juga harus siap,” ujar Bambang.

Politisi Partai Gerindra itu menilai pemerintah perlu segera menyusun regulasi yang mengatur standar keselamatan pengangkutan kendaraan listrik, termasuk prosedur penanganan darurat, kelengkapan peralatan pemadam, hingga mekanisme penempatan kendaraan selama pelayaran.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pengembangan kendaraan listrik tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan publik.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar mengungkapkan bahwa aturan mengenai penyeberangan kendaraan listrik hingga kini masih belum memberikan kepastian bagi daerah. Padahal, NTB telah mulai memanfaatkan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional pemerintahan untuk mendukung program energi ramah lingkungan.

Bambang berharap pemerintah segera menghadirkan regulasi yang mampu menjawab tantangan tersebut sehingga transformasi menuju kendaraan listrik dapat berlangsung secara aman, terukur, dan memberikan kepastian bagi seluruh operator transportasi penyeberangan.

Pos terkait