Bambang Haryo Soroti Potensi Juanda dan Digitalisasi untuk Dongkrak Wisata Sidoarjo

Selasa, 11 Agu 2026 09:35 WIB
Bambang Haryo Soroti Potensi Juanda dan Digitalisasi untuk Dongkrak Wisata Sidoarjo

SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong Sidoarjo memanfaatkan keunggulan konektivitas dan digitalisasi untuk memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur.

BHS menilai keberadaan Bandara Internasional Juanda di wilayah Sidoarjo menjadi modal strategis karena menjadi salah satu pintu masuk wisatawan menuju Jawa Timur.

“Diharapkan Sidoarjo ini bisa menjadi pusat budaya atau pariwisata yang ada di Jawa Timur,” kata BHS dalam Bimbingan Teknis Promosi dan Branding Wonderful Indonesia di Sidoarjo, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, peluang tersebut semakin besar karena Sidoarjo juga memiliki jaringan kereta api dan konektivitas darat yang dapat mendukung mobilitas wisatawan.

Selain infrastruktur, BHS menilai Sidoarjo memiliki kekayaan budaya dan produk wisata yang dapat dikembangkan. Sejarah, kuliner tradisional, tari, ludruk, wayang kulit, wayang orang, ketoprak hingga campursari dinilai memiliki nilai jual apabila dikemas secara kreatif.

“Potensi Sidoarjo untuk pariwisata luar biasa besar. Budayanya begitu besar dan ini bisa dikemas sedemikian rupa semaksimal mungkin untuk kepentingan promosi pariwisata,” ujarnya.

BHS berharap pengembangan potensi tersebut dapat menjadikan Sidoarjo tidak sekadar sebagai daerah penyangga Surabaya, tetapi menjadi pusat budaya dan pariwisata di Jawa Timur.

Analis SDMA Ahli Muda Kementerian Pariwisata RI Nur Dewati mengatakan Sidoarjo telah memiliki dua modal penting dalam pengembangan pariwisata, yakni konektivitas dan produk wisata.

“Modal utama sudah dimiliki oleh Sidoarjo. Produk-produk sudah dimiliki, tinggal bagaimana cara mengembangkannya,” kata Nur Dewati.

Ia menyebut pemerintah pusat siap memberikan fasilitasi sesuai kebutuhan daerah. Namun, pengembangan pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

Kolaborasi heksahelix antara legislatif, pemerintah daerah, media, komunitas, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan promosi dan pengembangan pariwisata berjalan secara berkelanjutan.

Kabid Pariwisata Disporapar Sidoarjo Ruli Rochmawati mengatakan digitalisasi menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi daerah kepada pasar yang lebih luas.

Menurutnya, destinasi wisata, kuliner, serta produk kriya Sidoarjo perlu dikemas melalui storytelling dan dipromosikan di berbagai platform digital.

“Harapannya, dengan pemanfaatan digitalisasi tersebut, peningkatan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Sidoarjo bisa menjadi lebih baik,” kata Ruli.