Bambang Haryo Minta Akses Tol Makassar Tembus Kecamatan, UMKM Siap Unjuk Gigi

Senin, 12 Okt 2026 07:43 WIB
Bambang Haryo Minta Akses Tol Makassar Tembus Kecamatan, UMKM Siap Unjuk Gigi
Sumber foto: Dok. Gerindra

MAKASSAR — Penguatan konektivitas logistik hingga tingkat kecamatan menjadi kunci utama untuk mendorong keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai industri nasional. Komisi VII DPR RI menilai akses transportasi yang terintegrasi dari Kawasan Industri Makassar (KIMA) menuju daerah-daerah di Sulawesi Selatan harus terus diperluas.

Keberadaan jalur jalan tol menuju KIMA menjadi modal penting untuk meningkatkan efisiensi kelancaran arus distribusi barang dan bahan baku. Kendati demikian, konektivitas transportasi tersebut perlu menjangkau wilayah pelosok agar manfaat ekonomi kawasan industri tidak hanya dinikmati oleh perusahaan berskala besar.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026). Ia menyoroti pentingnya jaringan transportasi terintegrasi yang mampu menghubungkan pusat industri dengan daerah penyangga.

Bacaan Lainnya

“Untuk kawasan industri, dibandingkan dengan yang ada di kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta, memang kawasan industri yang besar, seperti KIMA ini yang lebih besar. Ini memang saat ini sudah diberikan fasilitas jalan tol walaupun itu bukan dari pemerintah pusat,” ujar Bambang.

Politikus Fraksi Partai Gerindra ini menambahkan bahwa akses logistik yang memadai akan membuka kesempatan besar bagi UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok industri. Kelancaran distribusi barang juga meminimalkan hambatan operasional bagi para pelaku usaha di wilayah Sulawesi Selatan.

“Kalau ini bisa didorong, bahwa transportasi ini bisa terkoneksi dari kota yang besar sampai ke kecamatan, yang diharapkan untuk UMKM-UMKM juga bisa mendekat karena konektivitas,” tegas Bambang.

Merespons kebutuhan infrastruktur tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pembangunan serta perbaikan akses jalan antardaerah. Langkah ini diambil guna menunjang efisiensi jalur pasokan kebutuhan masyarakat serta memperkuat daya saing industri lokal.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung kelancaran arus logistik melalui pembangunan jaringan jalan secara masif.

“Jadi kami sekarang lagi progres membangun jalan sepanjang kurang lebih 1.400 kilometer di Sulawesi Selatan,” ungkap Andi.

Integrasi antara KIMA dan infrastruktur jalan daerah diharapkan mampu menciptakan pemerataan ekonomi di Sulawesi Selatan. Peningkatan aksesibilitas ini diproyeksikan akan memperluas jangkauan pasar bagi UMKM sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.

Pos terkait