Jakarta – Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan kritik tajam terhadap lambannya respons aparat penyelamatan dalam insiden kebakaran kapal MV Barcelona di perairan Pulau Talise, Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 575 penumpang berhasil diselamatkan bukan oleh aparat negara, melainkan oleh para nelayan lokal.
“Untung ada mereka—para nelayan—yang menjadi pahlawan penyelamat dalam tragedi kebakaran MV Barcelona. Ini seharusnya menjadi tugas Bakamla, Basarnas, dan Polair, namun mereka tidak hadir tepat waktu seperti yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan,” kata Bambang dalam keterangannya, Jumat (1/8/2025).
Ia menilai keterlambatan respons aparat sangat memprihatinkan, mengingat peristiwa darurat semacam ini telah diatur waktu tanggapnya secara teknis dan hukum. Menurutnya, kelambanan ini berpotensi membahayakan nyawa banyak orang jika tidak segera dibenahi.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga memberikan apresiasi terhadap kru kapal MV Barcelona yang tetap menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar internasional meskipun dalam kondisi panik.
“Kru kapal telah menjalankan tugas mereka dengan baik. Meski kapal terbakar, mereka tetap membagikan jaket keselamatan kepada penumpang. Ini sesuai standar keselamatan internasional dari SOLAS dan aturan IMO,” ujarnya.
Bambang menekankan bahwa tindakan kru dan nelayan tersebut adalah bentuk nyata dari pelaksanaan standar keselamatan pelayaran yang seharusnya juga dijalankan secara maksimal oleh negara melalui institusi penyelamatan laut.
“Yang menyelamatkan justru masyarakat, bukan negara. Kita harus malu jika aparat penyelamat datang terlambat dan membiarkan warga sipil yang mengambil alih tanggung jawab vital ini,” tegasnya.
Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tanggap darurat laut, termasuk peningkatan kapasitas dan kecepatan mobilisasi Bakamla, Basarnas, dan Polair di wilayah perairan rawan kecelakaan.
“Keselamatan di laut bukan hanya soal teknis, tapi soal komitmen. Negara harus hadir lebih cepat dari bencana, bukan setelahnya,” pungkasnya.





