Sidoarjo – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menekankan pentingnya penguatan standar layanan dan keberlanjutan pasokan bahan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suko, Sidoarjo, Jumat.
Dalam peninjauan tersebut, Bambang memastikan kesiapan pelayanan bagi sekitar 6.000 penerima manfaat setiap hari, termasuk selama bulan Ramadhan. Ia menilai kesiapan dapur produksi, sistem distribusi, hingga kebersihan menjadi faktor utama keberhasilan program.
“Standarisasi dan sterilisasi di sini sangat baik. Dari segi gizi dan variasi menu juga layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program MBG memiliki dampak sosial dan ekonomi sekaligus. Selain meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah, operasional SPPG juga menyerap puluhan tenaga kerja dan menggerakkan sektor pangan lokal.
Bambang menegaskan bahwa kualitas pelayanan harus dijaga secara konsisten di seluruh Indonesia. Menurutnya, pengawasan dan evaluasi berkala perlu diperkuat agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Sidoarjo Supriyono mendorong pemerintah daerah segera menyusun master plan penyediaan bahan baku, termasuk penguatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Ia menilai pasokan bahan pangan sebaiknya dipenuhi dari produksi lokal agar manfaat ekonomi lebih optimal.
Bambang menyambut baik usulan tersebut dan menilai sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor pertanian menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan program MBG. Ia berharap penguatan regulasi dan dukungan terhadap petani dapat memastikan kebutuhan bahan baku terpenuhi tanpa mengganggu ketahanan pangan daerah.





