Bambang Haryo: BUMN Pelayaran Harus Prioritaskan Bangun Kapal di Galangan Dalam Negeri

Kamis, 12 Mar 2026 13:02 WIB
Bambang Haryo: BUMN Pelayaran Harus Prioritaskan Bangun Kapal di Galangan Dalam Negeri
Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono saat melakukan wawancara bersama media/Foto : Istimewa

Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meminta perusahaan pelayaran nasional, terutama badan usaha milik negara (BUMN), untuk memprioritaskan pembangunan kapal di galangan kapal dalam negeri. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Bambang saat menghadiri peringatan HUT ke-58 Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) di Surabaya, Rabu.

Menurut Bambang, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri galangan kapal. Namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena masih banyak perusahaan pelayaran yang membangun kapal di luar negeri.

Bacaan Lainnya

“Perusahaan pelayaran nasional, khususnya BUMN, seharusnya memprioritaskan pembangunan kapal di galangan dalam negeri. Ini penting agar industri galangan kapal kita bisa tumbuh dan berkembang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan kapal di dalam negeri tidak hanya akan meningkatkan kapasitas industri galangan kapal nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor industri pendukung.

Industri galangan kapal memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor lainnya, mulai dari industri baja, komponen mesin, sistem navigasi, hingga teknologi kelistrikan kapal.

Dengan meningkatnya aktivitas pembangunan kapal di dalam negeri, Bambang menilai akan terjadi peningkatan penggunaan komponen dalam negeri yang pada akhirnya memperkuat kemandirian industri nasional.

Selain itu, langkah tersebut dinilai sangat relevan di tengah dinamika geopolitik global yang saat ini memengaruhi rantai pasok industri di berbagai negara.

Menurut Bambang, ketergantungan terhadap industri luar negeri berpotensi menimbulkan risiko ketika terjadi gangguan pasokan global.

“Penguatan industri domestik menjadi strategi penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada negara lain dalam sektor maritim,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan galangan kapal nasional dapat menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kemampuan teknologi industri dalam negeri.

Saat ini tercatat terdapat sekitar 278 industri galangan kapal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Bambang berharap jumlah tersebut dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Namun demikian, ia menilai industri galangan kapal nasional masih membutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah, termasuk dalam bentuk insentif fiskal, kemudahan investasi, serta perlindungan pasar domestik.

“Jika industri ini diberi dukungan yang tepat, saya yakin galangan kapal nasional mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan,” katanya.

Bambang berharap kebijakan strategis di sektor maritim dapat mendorong industri galangan kapal nasional menjadi lebih kompetitif, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar di dunia.

Pos terkait