Brilian•BANDUNG – Kabar duka datang dari Kebun Binatang Bandung. Seekor anak harimau Benggala dilaporkan mati akibat infeksi virus, sementara satu ekor lainnya masih menjalani perawatan intensif.
ㅤ
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa kematian anak harimau tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian perawatan, melainkan karena virus bawaan dari induknya.
ㅤ
Anak harimau yang mati diketahui berusia sekitar 8 bulan. Sementara satu anak harimau lainnya yang merupakan kembarannya masih bertahan dan terus dipantau oleh tim dokter hewan.
ㅤ
Farhan menjelaskan, induk harimau tersebut merupakan carrier atau pembawa virus yang menularkan infeksi sejak anak-anaknya lahir. Kondisi ini membuat anak harimau lebih rentan dibandingkan induknya.
ㅤ
Virus yang menyerang diketahui merupakan Feline Panleukopenia, penyakit yang umum menyerang keluarga kucing besar seperti harimau. Infeksi ini dapat menyebabkan penurunan sel darah putih secara drastis dan melemahkan kondisi tubuh hewan.
ㅤ
Sebagai langkah penanganan, kedua anak harimau tersebut sejak awal telah dipisahkan dari induknya. Sementara induknya tetap dalam kondisi sehat karena telah memiliki daya tahan terhadap virus tersebut.
ㅤ
Saat ini, satu anak harimau yang masih bertahan terus mendapatkan penanganan intensif. Berdasarkan laporan terbaru, kondisinya mulai menunjukkan perbaikan, dengan gejala diare dan muntah yang sudah berhenti serta mulai aktif kembali.
ㅤ
Tim dokter hewan terus melakukan pemantauan ketat, termasuk pemberian antibiotik, cairan rehidrasi, suplemen imun, hingga antivirus untuk mendukung proses pemulihan.
ㅤ
Pemerintah Kota Bandung memastikan tidak ada unsur penelantaran dalam kasus ini dan seluruh penanganan telah dilakukan secara maksimal sejak awal.
ㅤ
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pengelola kebun binatang untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyakit menular, khususnya pada satwa dari keluarga kucing besar.**
Anak Harimau di Kebun Binatang Bandung Mati Akibat Virus, Satu Masih Dirawat Intensif





