70 Tahun KAA, Prangko Jadi Jembatan Sejarah Asia-Afrika di Bandung

Senin, 5 Mei 2025 17:45 WIB
70 Tahun KAA, Prangko Jadi Jembatan Sejarah Asia-Afrika di Bandung

Brilian•BANDUNG — Dalam rangka memperingati 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), Pos Indonesia bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan Pameran Filateli 70 Tahun KAA di Kantor Pos Asia Afrika, Kota Bandung. Kegiatan ini digelar sejak 28 April hingga 3 Mei 2025 dan menjadi ruang reflektif atas semangat persatuan negara-negara Asia dan Afrika yang pernah lahir dari Bandung.

Pameran ini diinisiasi oleh kolaborasi lintas institusi, mulai dari PosIND, Kementerian Kebudayaan, Perkumpulan Filatelis Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, Kementerian Luar Negeri, hingga Kementerian Komunikasi dan Digital.

Pembukaan acara ditandai dengan penandatanganan Sampul Peringatan 70 Tahun KAA oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Direktur Bisnis Jasa Keuangan PosIND, Haris. Momentum tersebut disaksikan langsung oleh berbagai tokoh, kolektor filateli, serta masyarakat pecinta sejarah.

Bacaan Lainnya

Fadli Zon menyampaikan bahwa KAA adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah dunia, di mana Indonesia memimpin jalan menuju solidaritas global. “Peringatan ini bukan hanya seremoni, melainkan pengingat bahwa semangat Bandung masih relevan untuk dunia hari ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa prangko memegang peran penting dalam mendokumentasikan sejarah dan menjadi simbol diplomasi budaya. Hal senada disampaikan Haris yang menyebut prangko sebagai “jendela kecil” untuk mengenang perjuangan bangsa dan mendorong generasi muda mencintai sejarah.

Pameran menampilkan koleksi prangko bersejarah, lebih dari 100 dokumentasi foto pribadi Menteri Kebudayaan, serta berbagai literatur yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan KAA pada tahun 1955.

Melalui kegiatan ini, Kota Bandung kembali menegaskan identitasnya sebagai kota yang pernah menjadi titik temu bangsa-bangsa dunia dalam upaya membangun perdamaian dan solidaritas. Masyarakat diundang untuk turut merasakan kembali denyut sejarah tersebut melalui lembaran prangko yang penuh makna.**

Pos terkait