Brilian-news.id | Madiun – Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan razia insidentil di blok hunian Warga Binaan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kegiatan razia tersebut dipimpin langsung oleh Plh. Ka. KPLP dan Kasi Adm. Kamtib, diikuti oleh Kasubsi Portatib, Staf KPLP, Staf Adm. Kamtib, serta Regu Pengamanan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada kamar hunian Warga Binaan guna memastikan situasi tetap kondusif dan steril dari barang-barang terlarang, Jumat (26/6).
Kasi Adm. Kamtib, Hilman Hilmawan, menyampaikan bahwa razia insidentil merupakan langkah preventif yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Razia dilaksanakan secara humanis, profesional, dan sesuai standar operasional prosedur sebagai upaya memastikan tidak ada barang-barang terlarang yang dapat mengganggu situasi keamanan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan razia, petugas melakukan penggeledahan secara humanis, teliti, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Penggeledahan menyasar Blok Hunian C Atas kamar 9 hingga 20 guna memastikan lingkungan hunian tetap aman dan kondusif. Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban berupa 3 gulungan tali, 6 buah pencukur kumis, 1 buah kaleng pemanas rakitan, 4 buah pinset, 3 buah paku, 1 buah kawat, serta 2 potongan besi. Seluruh barang hasil razia telah didata dan diamankan untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba dalam pelaksanaan razia tersebut, sehingga kondisi Lapas Pemuda Madiun tetap terjaga dalam keadaan aman, tertib, dan Zero HALINAR.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa kegiatan razia akan terus dilaksanakan secara berkala maupun insidentil sebagai bentuk implementasi komitmen dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas.
“Kami berkomitmen penuh mewujudkan Lapas Pemuda Madiun yang bersih dari HALINAR. Kegiatan razia akan terus kami laksanakan secara konsisten sebagai langkah deteksi dini sekaligus upaya menjaga keamanan dan ketertiban agar proses pembinaan dapat berjalan dengan optimal,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat deteksi dini, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari HALINAR.





