Brilian°Tulungagung – Merasa keberatan dengan adanya pencaplokan tapal batas desa puluhan warga Desa Bendo Kecamatan Gondang melakukan protes keras terhadap pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Hal tersebut dibenarkan oleh Maryadi, S.Pd selaku Kepala Desa Bendo, bahwa warganya menolak dan merasa keberatan dengan perubahan tapal batas desa.
“Ada puluhan warga kami yang memprotes keras dan menolak dengan pergeseran tapal batas desa tersebut, khususnya warga yang berada di RT 03 dan RT 4 RW 2 yang dimasukkan ke Desa Kauman,” jelasnya kepada awak media, Jum’at (16/12/2022).
Menindaklanjuti permasalahan tersebut maka kami mengadakan musyawarah bersama perangkat Desa, tokoh masyarakat dan juga BPD Desa Bendo. Sebab berdasarkan peta wilayah Desa lokasi tersebut merupakan tanah wilayah Desa Bendo yang diklaim masuk ke wilayah Desa Kauman.
Maryadi menambahkan bahwa pihak desa akan melayangkan surat keberatan dengan adanya pencaplokan tapal batas desa kepada pihak Pemerintahan Kabupaten Tulungagung dan instansi terkait agar segera menindaklanjuti keluhan warga kami, pungkasnya.
“Masalah batas wilayah dan kepemilikan tanah sangat sensitive. Sebab menyangkut hajat hidup warga yang bersangkutan. Oleh karena itu kami meminta semua pihak mulai dari Pemkab Tulungagung, instansi terkait agar menindaklanjuti dan meninjau ulang masalah ini,” tegasnya.
“Harapan kami semoga Pemerintah khususnya Bupati segera bergerak cepat karena kami tidak mau dengan adanya perubahan status nantinya berakibat besar pada masyarakat kami apalagi sampai terjadi polemik karena itu merupakan peninggalan leluhur kami yang sudah sangat lama,” tutupnya.





