Brilian•BANDUNG — Universitas Sangga Buana (USB) YPKP terus memperluas jejaring kolaborasi strategis dengan berbagai elemen masyarakat. Pada Selasa, 29 Juli 2025, USB YPKP menandatangani pembaruan nota kesepahaman (MoU) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung di kampus USB YPKP, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung.
Pembaruan MoU ini menandai kelanjutan komitmen kedua pihak dalam mengakselerasi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui dukungan media dan penguatan literasi publik. Kerja sama tersebut juga mencerminkan pendekatan pentahelix yang menjadi strategi USB dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi antara akademisi, pemerintah, media, komunitas, dan dunia usaha.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat diseminasi pengetahuan yang dikembangkan di kampus kepada masyarakat. Peran media sangat krusial dalam membumikan hasil-hasil akademik,” kata Rektor USB YPKP, Dr. Didin Saepudin, SE, M.Si., usai penandatanganan.
Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan PWI Kota Bandung telah memberikan dampak positif dalam publikasi kegiatan kampus. Selain itu, USB YPKP membuka akses beasiswa pendidikan bagi keluarga besar PWI sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokja PWI Kota Bandung, Zaenal Ihsan, S.Sos., menyebut bahwa kemitraan ini adalah bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia pers dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing.
“Bagi kami di PWI, kemitraan ini bukan hanya soal MoU, tapi tentang peran aktif dalam mendukung transformasi pendidikan dan menyampaikan narasi-narasi positif dari dunia kampus kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Zaenal juga mengapresiasi kemajuan pesat USB YPKP yang telah meraih Akreditasi Unggul dari BAN-PT pada Mei 2025, sebagai bukti nyata keberhasilan kampus dalam membangun sistem pendidikan yang modern dan adaptif terhadap perubahan global.
Kedua pihak berharap, kerja sama ini dapat terus berkembang melalui berbagai program nyata, mulai dari penyebaran informasi edukatif, pelatihan bersama, hingga inisiatif literasi digital yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.**





