SIDOARJO — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus didorong untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya intervensi permodalan agar sektor ini mampu merespons lonjakan permintaan pasar.
“Keterbatasan modal dan kapasitas produksi masih menjadi kendala untuk memenuhi pesanan yang terus meningkat,” kata Bambang di Sidoarjo, Selasa.
Guna mengatasi rintangan tersebut, Bambang meninjau sentra kerajinan tas milik pengusaha lokal, Fika Ulum. Dalam kunjungannya, ia menawarkan kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan hingga Rp100 juta serta pendampingan usaha secara menyeluruh.
Bambang menegaskan, penguatan UMKM tidak boleh berhenti pada aspek pendanaan saja. Sertifikasi produk seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan promosi media sosial juga perlu digenjot demi memperkuat daya saing brand lokal.
“Pemasaran melalui dalam jaringan ternyata menjadi salah satu yang membuat usaha ini bisa bertahan. Nanti saya juga akan membantu mempromosikan produk ini melalui media sosial saya, termasuk media sosial milik Sidoarjo,” jelasnya.
Tak sebatas bisnis, potensi risiko kebakaran akibat penggunaan bahan perekat di tempat produksi juga menjadi perhatiannya. Bambang berkomitmen menyalurkan alat pemadam api ringan (APAR) sekaligus memfasilitasi pelatihan edukasi keselamatan bagi para pekerja.
Inisiatif ini memantik respons positif dari pelaku usaha. Fika Ulum mengapresiasi perhatian pemerintah dan berharap fasilitasi tersebut benar-benar mampu mendorong laju bisnisnya.
“Dengan bantuan ini, mudah-mudahan kami bisa mengembangkan usaha, baik dari segi produksi maupun promosi,” tutur Fika.
Dukungan serupa datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo, Mochammad Hudori, berkomitmen mempermudah penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha yang belum terdaftar.
“Kalau NIB belum punya, nanti dipermudah. Datang langsung ke kantor, hari itu juga bisa jadi karena melalui OSS,” terang Hudori. Ia juga berjanji mengikutsertakan para pengrajin dalam pelatihan pemasaran digital berkala.





