Tempa Fisik, Mental dan Jiwa Korsa, CPNS Lapas Pemuda Madiun Tuntaskan Long March dan Pembaretan

Kamis, 18 Jun 2026 16:47 WIB
Tempa Fisik, Mental dan Jiwa Korsa, CPNS Lapas Pemuda Madiun Tuntaskan Long March dan Pembaretan

Brilian-news.id | Madiun – Sembilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun Tahun Anggaran 2025 mengikuti kegiatan Long March dan Pembaretan sebagai bagian dari pembinaan fisik, mental, dan disiplin sebelum resmi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, di Monumen Kresek, Monumen Keganasan PKI 1948, Rabu malam (17/6).

Dalam amanatnya, Kalapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana pembinaan untuk membentuk karakter CPNS yang tangguh, disiplin, berintegritas, serta memiliki kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan mental dan karakter. Saya berharap seluruh peserta dapat mengambil makna dari setiap proses yang dilalui sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan pengabdian setelah resmi dilantik menjadi PNS murni 100 persen di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Rudi.

Bacaan Lainnya

Usai apel, Kalapas secara simbolis melepas peserta long march dengan mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya perjalanan sejauh kurang lebih 15 kilometer. Selama perjalanan, para peserta diwajibkan menyelesaikan berbagai tantangan di setiap pos yang telah disiapkan panitia.

Terdapat empat pos yang harus dilalui peserta. Masing-masing pos dirancang untuk menguji ketahanan fisik, mental, disiplin, serta wawasan peserta terkait peraturan perundang-undangan, tugas dan fungsi pemasyarakatan, serta nilai-nilai dasar yang harus dimiliki sebagai insan Pemasyarakatan.

Di Pos 1 hingga Pos 3, panitia memberikan berbagai pertanyaan dan tantangan yang harus dijawab peserta sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman, kesiapan, dan komitmen mereka sebelum resmi menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Setibanya di Pos 4 yang berada di area makam, para peserta secara bergantian memasuki lokasi untuk mencari dan mengambil baret sesuai dengan nama masing-masing. Setelah berhasil menemukan baret, peserta melanjutkan perjalanan menuju Lapas Pemuda Madiun untuk mengikuti prosesi pembaretan.

Prosesi pembaretan berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan diawali dengan mencium Bendera Merah Putih, Pataka Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Pataka Pemasyarakatan sebagai simbol kesetiaan dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Selanjutnya, para peserta secara bergantian maju ke hadapan Kalapas dan mengambil sikap penghormatan untuk menerima siraman air kembang tujuh rupa yang melambangkan penyucian diri serta kesiapan mengemban amanah sebagai insan Pemasyarakatan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyematan baret secara langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun.

Suasana haru dan penuh kebanggaan tampak menyelimuti prosesi tersebut ketika setiap peserta bergantian menerima baret sebagai simbol keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian pembinaan.

Dalam amanat penutupnya, Kalapas Rudi Kristiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ia juga mengucapkan selamat kepada sembilan CPNS yang telah berhasil menyelesaikan seluruh tahapan kegiatan.

“Selamat kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, disiplin, dan daya juang yang luar biasa. Jadikan baret yang kalian kenakan hari ini sebagai pengingat bahwa tugas sebagai insan Pemasyarakatan menuntut integritas, loyalitas, profesionalisme, dan tanggung jawab yang tinggi,” tegasnya.

Salah satu peserta, Prima Dwi Aryana, mengaku memperoleh pengalaman yang sangat berharga selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, setiap tahapan yang dilalui memberikan pelajaran penting tentang arti perjuangan, kekompakan, serta tanggung jawab sebagai calon aparatur negara.

“Kegiatan ini sangat berkesan bagi saya. Selain menguji kemampuan fisik dan mental, kami juga belajar tentang kerja sama, kedisiplinan, dan nilai-nilai pengabdian yang harus dimiliki sebagai insan Pemasyarakatan. Pengalaman ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” ungkap Prima.

Dengan semangat kebersamaan dan jiwa korsa yang terbangun selama kegiatan, diharapkan seluruh CPNS mampu menjadi insan Pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, disiplin, serta siap mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang semakin maju dan humanis.

Pos terkait