TELADANI GUS DUR, SISWA SISWI LINTAS AGAMA DI JOMBANG MEMBATIK BERSAMA

Jumat, 13 Jan 2023 14:55 WIB
TELADANI GUS DUR, SISWA SISWI LINTAS AGAMA DI JOMBANG MEMBATIK BERSAMA

Brilian°Jombang – Puluhan siswa siswi lintas agama hadiri acara MEMBATIK TOLERANSI dalam rangka Haul Gus Dur 13 Jombang.

Bertempat di halaman gereja GKI Jombang. Kegiatan ini diikuti 5 sekolah, yakni SD Kristen dan SMP Kristen Petra Jombang, MTs dan MA al-Hikam Diwek serta MI Islamiyyah Perak Jombang pada hari Kamis (12/1/2023).

Ika Maftuhah Mustiqowati, kepala sekolah Madrasah al-Hikam Diwek menyampaikan ada sebanyak 80 siswa dan siswi yang ikut kegiatan ini. Mereka berkolaborasi untuk membatik bersama.

“Upaya ini merupakan langkah konkrit mengajarkan toleransi siswa/siswi berbeda etnis dan agama untuk lebih saling mengenal dan bekerja sama,” ujarnya.

Menurut juara favorit kepala madrasah berprestasi Kementerian Agama 2022 ini, intoleransi perlu dicegah sejak dini. Sekolah harus berani mengambil inisiatif mempertemukan siswa siswinya dengan kelompok lain.

Hal senada disampaikan juga Jecqeline Adriana, kepala sekolah SMP Kristen Petra. Ia menekankan pentingnya kemerdekaan dalam pembelajaran toleransi kepada semua siswa.

“Kan sekarang sedang digalakkan Merdeka Belajar oleh Kemendikbud. Kita perlu menyambut baik. Pertemuan siswa siswi Kristen-Islam adalah bagian dari hal itu” ungkapnya.

Sebelum membatik bersama, semua siswa peserta diajak menyusuri lebih dekat komplek SD Kristen Petra, termasuk gereja yang ada di dekatnya. Di sana, siswa/i Islam mendapat kesempatan mengetahui lebih jauh tentang kekristenan dan gereja.

Praktek membatik dilakukan secara bersama-sama. Satu kain dikerjakan 5-6 siswa siswi berbeda agama. Mereka bersatu menghasilkan karya bersama.

“Saya senang dengan kegiatan seperti ini. Dapat teman baru dari sekolah Islam,” kata Kezia Duma, siswi kelas 7 SMP Kristen Petra.

Kezia berkelompok dengan, Adinda Lathifaturrohmah, siswi MTs Al-Hikam. Keduanya saling membantu menghasilkan motif batik berkompetisi dengan kelompok lain.

Saat memberikan sambutan, Sumrambah, Wakil Bupati Jombang, mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya pendidikan progresif. Menurutnya, setiap agama mengajarkan nilai toleransi yang perlu diimplementasikan, salah satunya melalui kegiatan sekolah.

“Kita perlu merawat nilai toleransi yang telah diwariskan Gus Dur. Apapun identitas kita, kita adalah saudara. Kita harus bergotong royong,” papar Sumrambah.

Pada saat yang sama, Aan Anshori, aktifis GUSDURian Jombang, menyatakan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan. Mempertemukan siswa antaragama adalah kunci menanamkan toleransi. Baginya toleransi tidak bisa hanya dikhotbahkan tanpa keteladanan.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Jombang, Kantor Kementerian Agama, dan perwakilan organisasi lintas agama di Jombang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *