Tanpa Dana Negara, 500 Rumah Tak Layak Huni di Bandung Direnovasi

Sabtu, 3 Mei 2025 20:53 WIB
Tanpa Dana Negara, 500 Rumah Tak Layak Huni di Bandung Direnovasi

Brilian•BANDUNG – Sebanyak 500 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kota Bandung mulai direnovasi tanpa menggunakan dana APBN, APBD, maupun BUMN. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Peluncuran program digelar di Bojongloa Kaler, dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Aguan (Sugianto Kusuma).

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan renovasi ini sebagai bukti nyata penerapan sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ia menyoroti keunikan program ini yang tidak melibatkan dana negara.

“Ini pertama kalinya ada renovasi 500 rumah tanpa uang negara. Sebuah langkah bersejarah,” ujar Maruarar dalam acara Kick Off Renovasi 500 Rutilahu di Plaza Pagarsih, Sabtu (3/5).

Maruarar juga memuji Kota Bandung sebagai salah satu pelaksana terbaik kebijakan pro-rakyat yang digagas Presiden Prabowo, termasuk pembebasan PPN, BPHTB, dan PBG untuk rumah rakyat kecil.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa rumah layak huni adalah fondasi penting dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, selain akses kesehatan dan pendidikan.

“Rumah adalah simbol martabat. Jika rakyat punya rumah layak dan anak-anak sekolah gratis, kebutuhan lain akan menyusul,” ujarnya.

Pemprov Jabar juga menyalurkan dana kontrakan Rp3 juta bagi keluarga yang terdampak selama renovasi berlangsung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut renovasi ini mencakup empat kecamatan: Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Cibeunying Kidul, dan Bojongloa Kaler.

“Kami pastikan semua sesuai standar: tanah milik sendiri, tidak sengketa, bukan rumah kontrakan, dan benar-benar layak dibangun. Proses PBG kini jauh lebih cepat, hanya 15 menit,” jelas Farhan.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi, Aguan, menyatakan bahwa ini merupakan pengalaman pertama yayasan melakukan renovasi massal di perkotaan.

“Kami biasa membangun rumah baru untuk korban bencana. Tapi renovasi serentak 500 rumah di kota besar seperti ini adalah hal baru. Kami tergerak oleh semangat gotong royong yang kuat di Bandung,” ungkap Aguan.

Yayasan Buddha Tzu Chi membiayai penuh proyek ini, dengan target penyelesaian 3–6 bulan, sambil memberdayakan tenaga kerja lokal agar manfaat ekonomi kembali ke masyarakat.

Pembangunan akan dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025 pukul 08.00 WIB. Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan waktu bagi warga untuk berpindah sementara selama renovasi berlangsung.

Pos terkait