Talut Baru di Kademangan Sudah Ditambal, Kualitas Proyek Kian Dipertanyakan

Sabtu, 24 Jan 2026 11:09 WIB
Talut Baru di Kademangan Sudah Ditambal, Kualitas Proyek Kian Dipertanyakan

Brilian°KOTA PROBOLINGGO,– Proyek talut di aliran sungai Jalan Tambora No.34, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, kembali menuai sorotan. Bangunan yang disebut belum genap dua bulan selesai itu kini sudah terlihat mengalami penambalan, memicu kecurigaan publik bahwa struktur awal diduga bermasalah.

Pantauan di lokasi, Sabtu (24/1/2026), menunjukkan kondisi talut tidak hanya gagal menahan debit air, tetapi juga telah mengalami perbaikan tambal-sulam di sejumlah titik. Tambalan tampak kontras dengan struktur utama, memperkuat dugaan bahwa bangunan tersebut mengalami kerusakan dini.

Fakta bahwa talut baru sudah “ditambal” justru membuka pertanyaan yang lebih serius: apa yang sebenarnya rusak, dan sejak kapan?

Bacaan Lainnya

Menanggapi kondisi tersebut, Dierel, anggota Aliansi Madura Indonesia, melontarkan kritik keras.

“Ini bukan lagi sekadar talut gagal fungsi, tapi sudah masuk fase ditutupi. Bangunan belum seumur jagung sudah ditambal. Ini aneh. Kalau kualitasnya baik, tidak mungkin secepat ini muncul perbaikan. Ini menguatkan dugaan bahwa sejak awal konstruksinya bermasalah,” tegas Dierel.

Menurutnya, tambalan dini pada proyek baru merupakan alarm keras bagi pemerintah daerah dan instansi teknis.

“Tambal-menambal bukan solusi. Ini uang publik. Yang dibutuhkan bukan plester proyek, tapi audit menyeluruh: perencanaannya, materialnya, pelaksananya, sampai pengawasannya. Kalau tidak dibuka sekarang, jangan kaget kalau ke depan jebol lebih parah,” tambahnya.

Talut sebagai bangunan pengaman seharusnya dirancang menahan tekanan air dalam jangka panjang. Ketika baru dibangun sudah gagal fungsi dan harus ditambal, maka wajar jika publik menilai proyek tersebut lebih mirip proyek kejar tayang ketimbang pekerjaan infrastruktur berstandar teknis.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas terkait mengenai alasan penambalan dan kondisi teknis sebenarnya dari talut tersebut.

Masyarakat kini menunggu bukan janji, melainkan data dan tindakan: hasil uji konstruksi, keterbukaan anggaran, serta sikap tegas pemerintah. Sebab talut yang rapuh bukan hanya ancaman fisik, tetapi juga simbol lemahnya komitmen terhadap kualitas dan keselamatan publik.

 

Tim-Redaksi

Pos terkait