Sudah 3 Tahun Ijazah Tak Diambil, Alumni SMPN 12 Wringinanom Cemas Saat Terima Surat dari Sekolah

Senin, 25 Nov 2024 16:16 WIB
Sudah 3 Tahun Ijazah Tak Diambil, Alumni SMPN 12 Wringinanom Cemas Saat Terima Surat dari Sekolah
Harapan kami, dengan undangan ini, alumni dan wali murid bisa menyelesaikan administrasi. Ke depan, kami berencana jemput bola dengan membawa ijazah langsung ke rumah siswa yang berhak,” tambah Marso. (Foto ; Brilian News.id)

Brilian news.id | Gresik — Seorang alumni SMPN 12 Wringinanom, DW, warga Kecamatan Wringinanom, menjadi perhatian setelah terungkap bahwa ia belum mengambil ijazah SMP-nya, meski sudah tiga tahun berlalu sejak kelulusannya. Alasan utamanya adalah ketidakmampuannya melunasi tunggakan di sekolah.

Kejadian ini berawal ketika seorang guru SMPN 12 Wringinanom mengirimkan undangan ke rumah DW agar segera mengambil rapor yang belum diambil.

Undangan tersebut disampaikan melalui tetangga, karena DW sedang tidak ada di rumah. Kabar ini menyebar di lingkungan sekitar, menimbulkan pertanyaan mengapa DW belum mengambil ijazahnya, padahal kini ia sudah duduk di kelas 3 SMK.

Bacaan Lainnya

DW, saat ditanya oleh tetangganya, hanya terdiam. Ketika menerima surat panggilan dari sekolah dengan jadwal pengambilan 11-15 November 2024, DW tetap merasa takut untuk mengambilnya. Kepada media, DW mengungkapkan bahwa masih ada tunggakan yang belum ia lunasi saat lulus SMP, meski ia sudah lupa nominalnya. “Dulu ada biaya untuk mengambil ijazah, tapi saya lupa jumlahnya,” ujarnya. Ia mengaku kesulitan ekonomi menjadi penghalang, apalagi setelah kehilangan kedua orang tua dan kini tinggal hanya bersama kakaknya.

Terpisah, Kepala Tata Usaha SMPN 12 Wringinanom, Marso, menjelaskan bahwa kasus ini bukan yang pertama di sekolah tersebut. “Kami sudah mengundang siswa dan wali murid yang ijazahnya belum diambil,” kata Marso. Senin (25/11/24). Ia menerangkan, tunggakan biasanya terkait biaya personal siswa, dari pembeli di koperasi sekolah seperti atribut, seragam olahraga, dan perlengkapan lainnya selama masa belajar di SMP.

“Harapan kami, dengan undangan ini, alumni dan wali murid bisa menyelesaikan administrasi. Ke depan, kami berencana jemput bola dengan membawa ijazah langsung ke rumah siswa yang berhak,” tambah Marso. Berdasarkan data, tunggakan DW tercatat sebesar Rp130 ribu. Marso menyatakan bahwa sekolah siap mencari solusi jika ada alumni yang kesulitan membayar. “Kami bisa mempertimbangkan untuk meng – anulir tunggakan tersebut,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *