Brilian-news.id | Trenggalek – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengumpulkan 2.196,24 kilogram atau sekitar 2,2 ton sampah dalam aksi bersih pantai melalui Program Sagara Kita II Tahun 2026 di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Selasa (27/10/2026).
Aksi tersebut melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai unsur pemerintah, TNI/Polri, kelompok masyarakat, Pramuka, hingga pelajar. Selain membersihkan sampah pesisir, kegiatan ini juga menitikberatkan rehabilitasi kawasan pantai dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat setempat.
DLH Jatim memusatkan kegiatan di tiga kawasan pesisir, yakni Pantai Taman Kili-Kili, Pantai Kambal, dan Pantai Pelang. Ketiga lokasi tersebut menjadi sasaran penanganan lingkungan berdasarkan hasil survei DLH Jatim pada Oktober 2026.
Survei tersebut menemukan timbunan sampah domestik lebih dari tiga ton di kawasan muara Pantai Kambal. Sementara itu, Pantai Taman Kili-Kili membutuhkan penguatan sabuk pantai untuk mendukung pelestarian habitat pendaratan penyu.
Kepala DLH Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, melalui Kepala Bidang Tata Lingkungan, Erwin, menegaskan bahwa kawasan pesisir memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi yang penting bagi masyarakat.
“Pesisir bukan sekadar batas antara daratan dan lautan. Pesisir adalah ruang kehidupan,” kata Erwin dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa penanganan persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan bersih pantai tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus berkembang menjadi gerakan bersama yang mendorong perubahan perilaku masyarakat.
“Karena itu, Sagara Kita tidak boleh berhenti sebagai sebuah kegiatan. Sagara Kita harus tumbuh menjadi sebuah gerakan. Gerakan untuk mengubah kepedulian menjadi tindakan, mengubah kebiasaan menjadi budaya, dan mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek selaku pembina apel. Kehadiran pemerintah kabupaten tersebut memperkuat koordinasi lintas instansi dalam pelaksanaan program pelestarian pesisir.
Sekitar 500 peserta kemudian bergerak menjalankan tiga agenda utama, yakni rehabilitasi pesisir, aksi bersih pantai, serta penguatan kelembagaan masyarakat.
Pada agenda rehabilitasi, peserta menanam 1.200 bibit cemara laut di kawasan berpasir Pantai Taman Kili-Kili, Pantai Kambal, dan Pantai Pelang. Penanaman ini bertujuan memperkuat sabuk pantai sekaligus membantu mengurangi risiko abrasi.
Sementara itu, aksi bersih pantai dipusatkan di kawasan muara Pantai Kambal. Dari target awal pengumpulan satu ton sampah, peserta berhasil mengumpulkan dan menimbang 2.196,24 kilogram sampah atau sekitar 2,2 ton.
Panitia juga memberikan hadiah kepada peserta dengan perolehan sampah terbanyak serta menyerahkan sarana dan prasarana tempat sampah untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan tersebut.
Program ini turut menyasar penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pelatihan ekonomi sirkular. Materi pelatihan meliputi kepemimpinan desa, pembuatan eco-enzyme, serta teknik ecoprint berbasis vegetasi pesisir.
Melalui pendekatan tersebut, DLH Jatim mendorong masyarakat agar tidak hanya berperan dalam membersihkan lingkungan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi dari praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Program Sagara Kita II Tahun 2026 diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran laut, menekan risiko abrasi dan banjir rob, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Trenggalek.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menargetkan berbagai upaya kolaboratif semacam ini dapat memperkuat ketahanan masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan iklim sekaligus mendukung terwujudnya Jawa Timur sebagai Green Province yang bebas sampah pada 2029.





