Brilian°Pasuruan– Pondok Pesantren Al-Islahiyyah berada didaerah kawasan tepatnya di Jl.Pesantren Terusan Gamoh-Tonggowa Desa Jatiarjo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan ini cukup memiliki fasilitas yang mewadai.Gus Hamzah Pujiono,S.Ag,SM merupakan pengasuh pesantren tersebut menggratiskan seluruh biaya akomodasi santri-santriwati yang mencari ilmu disana.
Akan tetapi karena kondisi georgrafis yang cukup jauh dari perkotaan atau jalan yang kurang strategis, pengurus Pondok Pesantren Al-Islahiyyah tersebut selalu membuat ide-ide sehingga nantinya bisa diminati oleh khalayak masyrakat,meskipun begitu pesantren yang berisi dari 25 santri-santriwati yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Pesuruan dan juga berbagai wilayah Madura ini selalu bersemangat dalam mengasah wawasan agama juga umum, ia juga menuturkan dan meminta kepada santri-santriwati agar kuat menghadapi kondisi pesantren yang jauh dari penduduk masyarakat.
Gus Ham panggilan akrabnya beranggap pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang tepat pada saat ini, karena dengan menempuh pendidikan di pesantren dapat memberikan benteng bagi anak-anak kita dari pengaruh buruk dunia luar. Itulah sebabnya ia sampai saat ini berjuang demi agama dengan lantaran dia membantu puluhan anak yang kesulitan ekonomi bahkan pendidikan sebab berbagai fasilitas yang disediakan didalam pesantren tersebut sangatlah banyak dan tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Misalnya, gedung milik pribadi, lapangan utuk olahraga, kamar mandi dalam, buku dan kitab gratis,serta biaya pesantren ditanggung oleh pengasuh pondok, santri cukup fokus belajar tanpa memikirkan biaya. Untuk jadwal makan, santri masak sesuai dengan nama kamar, dengan tujuan meningkatkan rasa kebersamaan, tanggung jawab terhadap apa yang sudah dilakukan seperti setelah makan dibersihkan lalu dirapikan dan juga menciptakan sifat mandiri pada santri.
Disisi lain,sosok 3 anak tersebut juga menyediakan pendidikan formal yakni SMP dan SMK Al-Islahiyyah, akan tetapi karena berbagai alasan terutama periode pandemi, para siswa siswinya tetap sekolah didalam





