Brilian•BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung kembali menegaskan komitmennya menjaga ketertiban dan menghormati nilai-nilai keagamaan. Menjelang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah, Satgas Yustisi turun langsung merazia sejumlah tempat hiburan malam yang masih nekat beroperasi di hari libur keagamaan.
Operasi penertiban ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang juga menjabat Ketua Satgas Yustisi. Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, dan dinas teknis terkait mendatangi sejumlah titik hiburan malam di pusat kota.
Sebelum tim bergerak ke lapangan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan instruksi agar penegakan aturan tetap dilaksanakan secara tertib dan disiplin.
“Kita ini garda terdepan untuk menjaga kewibawaan aturan. Jangan ragu menindak, tapi tetap humanis,” ujar Farhan di Mako Satpol PP, Kamis (27/6/2025).
Hasil razia mendapati beberapa tempat hiburan di kawasan Jalan Otto Iskandardinata, Pasteur, Sulanjana, hingga Trunojoyo masih beroperasi. Satgas menemukan aktivitas karaoke, penjualan minuman keras, bahkan tamu di bawah umur 21 tahun.
> “Kita tidak ingin hari suci ternodai oleh praktik yang melanggar Perda. Ini soal amar ma’ruf nahi munkar juga,” kata Erwin.
Ia menekankan, aturan ini tidak hanya berlaku pada hari besar Islam, tetapi juga untuk hari suci agama lain, seperti Natal, Waisak, Nyepi, hingga Hari Raya Galungan.
Para pengelola hiburan malam yang melanggar diberikan tindakan tegas berupa penyegelan. Erwin juga mewanti-wanti, jika masih ada yang membandel, izin operasional akan dicabut.
“Kalau masih melanggar lagi, cabut saja izinnya. Biar ada efek jera,” tegasnya.
Menariknya, pelaksanaan razia berlangsung tanpa perlawanan. Pengelola hiburan justru bersikap kooperatif dan menyampaikan permohonan maaf di lokasi.
“Alhamdulillah semua berjalan kondusif. Kita tetap kedepankan pendekatan humanis,” ujar Erwin.
Di akhir penertiban, Erwin mengingatkan seluruh pelaku usaha agar tidak hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan nilai-nilai toleransi. Ia juga mengajak warga Bandung memaknai Muharam dengan refleksi diri.
“Mari kita hargai hari besar keagamaan dengan saling menghormati. Muharam ini waktunya muhasabah. Kita jaga Bandung tetap kondusif dan penuh keberkahan,” tutupnya.**





