Promosikan Refill Air Minum di Sekolah Pelajar SMAN 1 Driyorejo Raih Penghargaan JAYCA & amp; DOE 2026

Minggu, 26 Apr 2026 12:36 WIB
Promosikan Refill Air Minum di Sekolah Pelajar SMAN 1 Driyorejo Raih Penghargaan JAYCA & amp; DOE 2026
Krishna Wahyu Sahaja Siswa kelas 10 SMAN 1 Driyorejo memakai jas hitam paling kanan setelah memberikan policy brief persepsi Gen Z Dalam penggunaan plastik sekali pakai kepada wakil Bupati Bondowoso, koordinator Ashoka, koordinator DOE dan Ketua JAYCA 2026

Bondowoso, Brilian News.id | 25 April 2026 — Ratusan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur menerima penghargaan dalam program Jawa Timur Young Changemaker Academy (JAYCA) dan The Duke of Edinburgh’s International Award (DOE) 2026, setelah menjalankan riset Mikroplastik dan survei tentang gen z dan sosialisasi bahaya plastik sekali pakai. 3 orang pelajar SMAN 1 Driyorejo melakukan audiensi dengan kepala Dinas Lingkungan Kabupaten Gresik dan Ketua DPRD Kabupaten Gresik dan Fraksi PKB Sebagai upaya advokasi kebijakan berbasis data.

Kegiatan penganugerahan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Bondowoso ini menandai capaian peserta setelah mengikuti program pengembangan diri berbasis aksi sosial selama enam bulan. Dari lebih dari 150 pelajar yang mengikuti program, sebanyak 66 peserta dinyatakan lulus kualifikasi dan menerima penghargaan.

Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara, Ir. Nani Zulminarni, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan awal dari perjalanan sebagai agen perubahan.

“Ketika piagam diterima, di situlah perjalanan dimulai. Changemaking menjadi jalan untuk mewujudkan dunia yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Nani, proses yang dijalani peserta menunjukkan kapasitas anak muda dalam membaca persoalan lingkungan secara kritis sekaligus menawarkan solusi berbasis data. Keterlibatan pelajar dalam riset dan advokasi dinilai sebagai sinyal perubahan yang tumbuh dari tingkat akar rumput.

Program DOE sendiri merupakan skema internasional yang menilai pencapaian anak muda dalam aspek kepemimpinan, ketahanan diri, dan aksi sosial. Di Jawa Timur, pendekatan ini difokuskan pada isu lingkungan dan upaya penanggulangan krisis iklim dan dampak plastik sekali pakai.

Sejumlah sekolah yang aktif terlibat dalam program ini di antaranya SMAN 1 Driyorejo, Gresik dan SMP Negeri 1 Wonosalam, Jombang. Keduanya menjalankan kegiatan riset mikroplastik, monitoring sungai dan advokasi pengurangan plastik sekali pakai dengan pendampingan dari Ecoton.

siswa SMAN 1 Driyorejo menyusun policy brief berbasis hasil riset yang mencakup data timbulan sampah, kuesioner warga, serta integrasi kurikulum lingkungan. Dokumen tersebut telah diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai rekomendasi kebijakan pengelolaan limbah di Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menyatakan program ini berperan dalam membentuk karakter generasi muda yang solutif.
“Program ini memberi ruang bagi anak muda untuk tumbuh menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan solusi di daerah masing-masing,” ujarnya.

Direktur Kerja Sama DOE Indonesia, Drs. Sonny Sukada, M.Sc., juga mengapresiasi konsistensi peserta dalam menjalankan aksi.
“Kalian tidak menunggu masa depan, kalian sedang menciptakannya,” katanya.

Salah satu peserta, junnatun mengaku mengalami perubahan sikap setelah mengikuti program.
“Saya dulu kurang peduli terhadap lingkungan. Sekarang saya aktif menyuarakan kondisi sungai di wilayah hulu,” ungkap siswi kelas 10 SMAN 1.Driyorejo

Penganugerahan JAYCA dan DOE 2026 menegaskan bahwa pelajar tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga subjek perubahan. Dari riset ilmiah hingga advokasi kebijakan, langkah yang ditempuh para peserta menunjukkan kontribusi nyata dalam merespons krisis ekologi di Jawa Timur.

“Untuk mengurangi dampak mikroplastik di bumi kita harus mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, di sekolah harus disediakan refill air minum dan siswa siswi membawa tumbler sehingga bisa isi ulang air, aksi ini bisa mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah sekaligus mengurangi kontaminasi mikroplastik dalam tubuh” ungkap Krisna, lebih lanjut usulan reffil adalah rekomendasi gen Z di kecamatan Driyorejo kepada DPRD dan DLH Kabupaten Gresik

Pos terkait