Pos Indonesia dan Pemkab Sleman Luncurkan Prangko Buk Renteng untuk Peringati HUT ke-108

Senin, 20 Mei 2024 09:11 WIB
Pos Indonesia dan Pemkab Sleman Luncurkan Prangko Buk Renteng untuk Peringati HUT ke-108

Brilian•SLEMAN – Kabupaten Sleman merayakan ulang tahunnya yang ke-108 pada Rabu, 15 Mei 2024, dengan serangkaian acara yang istimewa. Salah satu acara utama yaitu peluncuran Prangko Seri Penanda Kota “Buk Renteng” dan buku “Pesona Wisata Bumi Sembada” yang dilangsungkan di Pendopo Parasamya pada Kamis, 16 Mei 2024.

Kegiatan peluncuran ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta PT Pos Indonesia. Acara ini dihadiri oleh pejabat pemerintah, perwakilan DPR RI, dan masyarakat setempat.

PT Pos Indonesia, kini dengan brand baru Pos IND, memainkan peran penting dalam peluncuran prangko ini. Sebagai agen penjualan, Pos IND berkomitmen untuk memasarkan prangko tersebut kepada kolektor filateli di seluruh dunia.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, menyatakan optimisme tinggi terhadap respons pasar internasional terhadap Prangko Seri Penanda Kota “Buk Renteng”.

“Pos Indonesia akan berperan sebagai channel penjualan prangko di seluruh Indonesia dan juga bagi para filatelis internasional . Prangko-prangko Indonesia sangat diminati di luar negeri karena keunikannya,” kata Faizal.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyampaikan rasa syukurnya atas peluncuran prangko dan buku tersebut. Menurut Kustini, prangko dan buku ini bukan hanya sarana dokumentasi sejarah, tetapi juga alat promosi pariwisata yang efektif.

“Dalam era informasi yang cepat, penting untuk mendokumentasikan sejarah melalui media yang abadi seperti buku dan prangko. Ini membantu kita mengingat dan menghargai perjalanan sejarah dan budaya,” ungkap Kustini.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran ini. Ia menekankan bahwa prangko masih memiliki daya tarik tersendiri meskipun dunia telah beralih ke era digital.

“Prangko tetap diminati dan memiliki makna historis yang luar biasa, meskipun kita sudah memasuki era digital,” ujar Nezar.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya Buk Renteng sebagai peninggalan sejarah yang memainkan peran vital dalam sistem irigasi sejak era Hindia Belanda.

Buk Renteng, yang dibangun pada tahun 1909, menghubungkan wilayah Sleman, Yogyakarta, dan Magelang. Selokan ini mengairi sekitar 20 ribu hektar sawah, menjadikan Sleman sebagai lumbung pangan.

Menurut Nezar, prangko ini akan membantu mempromosikan Buk Renteng sebagai ikon pariwisata yang mendunia.

Anggota DPR RI Fadli Zon, Ketua Umum Filateli Indonesia, juga memuji peluncuran prangko ini. Menurutnya, di era globalisasi, prangko masih relevan sebagai simbol peringatan dan kenangan.

Dengan peluncuran Prangko Seri Penanda Kota: “Buk Renteng” dan buku “Pesona Wisata Bumi Sembada”, diharapkan warisan budaya dan sejarah Sleman akan semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *